Wijaya Cup 2026, Wadah Kolaborasi dan Jalur Prestasi Golf Antar Kampus

Published on June 22, 2026

Teegolf.id, SURABAYA – Kelompok mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) bersiap menghadirkan turnamen golf antar-perguruan tinggi bertajuk Wijaya Cup untuk pertama kalinya pada Agustus 2026 mendatang. Kompetisi ini dirancang sebagai ruang baru bagi para atlet mahasiswa untuk bertanding sekaligus membuka peluang akselerasi ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi melalui jalur prestasi olahraga.

Inisiasi ini lahir dari tangan tiga orang mahasiswa dengan dukungan penuh dari jaringan alumni mereka. Penamaan “Wijaya” sendiri diambil secara filosofis dari bunga Wijaya Kusuma yang melekat pada logo resmi kampus ITS, mencerminkan identitas dan semangat pemuda dari kampus berlambang pahlawan tersebut.

Sebagai langkah awal menuju turnamen utama, panitia telah sukses menggelar rangkaian Pre-Event baru-baru ini. Agenda pemanasan tersebut berhasil menarik antusiasme dan partisipasi dari sejumlah mahasiswa dari berbagai kampus besar di Jawa Timur, seperti Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Universitas Airlangga (Unair), serta tuan rumah ITS sendiri.

Koordinator Wijaya Cup, Rausyan Fikri, menjelaskan bahwa gagasan ini muncul setelah melihat pesatnya pertumbuhan komunitas golf di lingkungan universitas saat ini. Menurutnya, golf bukan sekadar olahraga, melainkan instrumen strategis untuk membangun jejaring kemahasiswaan dan jalur akademik.

Baca Juga: Dua Lapangan Satu Semangat, MGM Jotosen 2025 Tandai Dies Natalis ITS ke-65

“Kami melihat banyaknya komunitas golf yang ada di perguruan tinggi dan olahraga golf mempunyai kesempatan untuk membuka ke pendidikan yang lebih tinggi dan kolaborasi antar-mahasiswa,” ujar Rausyan Fikri yang juga menjabat sebagai Ketua UKM Golf ITS ini.

Rausyan menambahkan, kompetisi utama Wijaya Cup 2026 nantinya akan dikemas padat dan dijadwalkan berlangsung selama satu hari penuh pada bulan Agustus mendatang. Kendati atmosfer kompetisi sudah mulai terasa sejak masa Pre-Event, pihak panitia menegaskan bahwa hingga saat ini pendaftaran resmi untuk turnamen utama masih belum dibuka dalam waktu dekat.

Melalui turnamen ini, pihak penyelenggara berharap dapat konsisten memberikan kontribusi nyata bagi iklim olahraga di dunia akademik. “Untuk harapannya ke depan dapat membuka peluang ke pendidikan yang lebih tinggi dan juga memberi ruang kepada atlet untuk berkompetisi,” tutur Rausyan menutup penjelasannya.(Kar)