Peserta Petranesian 90 Holes Golf Endurance Challenge Jalani Medical Check-Up

Published on July 22, 2026

Teegolf.id, SURABAYA – Universitas Kristen Petra (UK Petra) semakin memantapkan persiapan menuju ajang “90 Holes in a Day Petranesian Golf Endurance Challenge” yang akan digelar pada Selasa, 28 Juli mendatang. Menjelang pelaksanaan, seluruh peserta menjalani pemeriksaan kesehatan menyeluruh di Pathlab Pakuwon City Surabaya, Selasa (21/7), guna memastikan kondisi fisik mereka siap menghadapi tantangan bermain golf selama sekitar 17 jam.

Ajang ini sekaligus menjadi upaya UK Petra mengukir sejarah dengan membidik dua rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) dalam satu hari. Target yang semula direncanakan 81 hole resmi ditingkatkan menjadi 90 hole, sekaligus menjadi rekor maraton golf dengan memainkan 90 hole di empat lapangan berbeda dalam sehari.

Tak hanya itu, UK Petra juga mengincar rekor MURI kedua melalui permainan golf lintas generasi, mulai dari peserta tertua hingga termuda, dengan akumulasi permainan mencapai 99 hole pada hari yang sama. Sebanyak 12 peserta maraton akan bergantian menaklukkan empat lapangan golf papan atas di Surabaya, yakni Ciputra Golf Surabaya, Golf Graha Famili, Bukit Darmo Golf Surabaya, dan Pakuwon Golf & Family Club.

Ketua Petra Golf Community, Christian Boby Widjaja, mengatakan pemeriksaan kesehatan menjadi bagian penting dari rangkaian persiapan sebelum para peserta menjalani tantangan yang menguras stamina tersebut. Hasil pemeriksaan nantinya akan dianalisis bersama Fakultas Kedokteran Universitas Petra sebagai dasar penilaian kelayakan peserta.

“Tes lab ini didukung Pathlab dan hasilnya akan dikirim ke Fakultas Kedokteran Universitas Petra untuk dibaca. Kami ingin memastikan seluruh peserta benar-benar siap dan aman secara kesehatan saat menjalani 90 hole nanti. Ini menjadi perhatian utama kami karena peserta akan bermain mulai pukul 05.00 hingga sekitar pukul 22.00,” ujar Boby.

Ia menegaskan, dua rekor MURI yang dibidik bukan sekadar mengejar pencapaian angka, melainkan membawa pesan yang lebih besar mengenai semangat kebersamaan antargenerasi.

“Esensi sejati dari dua rekor MURI ini bukan sekadar mengejar skor individu atau catatan angka di atas kertas, melainkan pembuktian nyata dari nilai togetherness. Kami ingin memperlihatkan kepada publik bahwa lintas angkatan tua dan muda bisa menyatu dalam satu ekosistem yang solid. Ketika kesatuan itu terbentuk, tidak ada batasan fisik yang tidak bisa dilewati,” katanya.

Menurut Boby, selain menjalani latihan golf secara rutin, para peserta juga memperkuat kondisi fisik melalui latihan kebugaran serta pemeriksaan medis untuk meminimalkan risiko selama pertandingan.

“Kami tidak ingin setelah berhasil memecahkan rekor justru terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Karena itu, selain latihan, kami juga sudah melakukan survei ke empat lapangan untuk menyiapkan titik layanan medis dan perlengkapan kesehatan yang diperlukan selama kegiatan berlangsung,” tambahnya.

Sebagai mitra pemeriksaan kesehatan, Branch Manager Pathlab Surabaya, Sherly Kurniasari Saputro, menjelaskan medical check-up meliputi serangkaian pemeriksaan yang dirancang untuk menilai kesiapan tubuh peserta menghadapi aktivitas fisik berintensitas tinggi.

Pemeriksaan tersebut meliputi rekam jantung (EKG), kadar asam urat, kreatinin untuk fungsi ginjal, SGOT dan SGPT guna menilai fungsi hati, serum elektrolit, serta pemeriksaan kadar gula darah sewaktu.

“Kami ingin memastikan seluruh peserta berada dalam kondisi prima sebelum turun ke lapangan. Mereka akan beraktivitas selama kurang lebih 17 jam sehingga aspek kesehatan harus benar-benar dipastikan sejak awal,” jelas Sherly.

Ia menambahkan, apabila ditemukan hasil pemeriksaan yang memerlukan perhatian lebih, peserta akan menjalani evaluasi lanjutan bersama tim Fakultas Kedokteran Universitas Petra sebelum dinyatakan layak mengikuti tantangan tersebut.

“Secara fisik, seluruh peserta yang kami temui tampak sehat, bugar, dan prima. Kami berharap hasil pemeriksaan laboratoriumnya juga mendukung sehingga semuanya dapat mengikuti kegiatan dengan aman,” ujarnya.

Baca Juga : Incar Dua Rekor MURI, UK Petra Siap Taklukkan 90 Hole di Empat Lapangan dan Aksi Lintas Angkatan 99 Hole

Salah satu peserta, Tity Ali, mengaku telah menyiapkan diri sejak jauh hari. Di usianya yang telah memasuki lebih dari 60 tahun, ia memilih memprioritaskan latihan fisik untuk menjaga daya tahan tubuh.

“Saya rutin latihan fisik seperti treadmill, jogging, dan beberapa kali mengikuti fun run untuk menjaga stamina. Dari sisi golf, saya juga sudah mencoba bermain hingga 54 hole dalam sehari sebagai bagian dari persiapan,” kata Ali.

Ia mengatakan pemeriksaan kesehatan telah menjadi rutinitas setiap enam bulan sekali sehingga tidak merasa terbebani menjelang pelaksanaan tantangan.

“Saya sangat optimistis bisa menyelesaikan tantangan ini. Selain ingin menguji kemampuan diri, saya juga ingin memberikan motivasi kepada pegolf yang lebih muda bahwa usia bukan penghalang untuk terus berprestasi,” tuturnya.

Melalui Petranesian 90 Holes Golf Endurance Challenge, UK Petra tidak hanya memburu dua rekor MURI, tetapi juga ingin memperlihatkan bahwa olahraga mampu menjadi ruang kolaborasi lintas generasi. Dengan persiapan fisik, dukungan medis, dan semangat kebersamaan, para peserta diharapkan mampu menuntaskan tantangan maraton golf tersebut dengan aman sekaligus mencatatkan sejarah baru bagi dunia golf Indonesia.(kar)