Sempat Tak Dapat Restu Keluarga, Edwin Soeryadjaya Tetap Tuntaskan 99 Holes dan Raih Rekor MURI
Teegolf.id, Pasuruan – Usia bukan menjadi penghalang bagi Edwin Soeryadjaya untuk terus menantang dirinya. Di usia 77 tahun, pengusaha sekaligus Founder Saratoga Capital tersebut berhasil menorehkan sejarah dalam 99 Holes Endurance yang menjadi bagian dari Petra Golf Tournament 2026 di Taman Dayu Golf Club, Sabtu (15/8/2026). Edwin tercatat sebagai peserta tertua yang berhasil menyelesaikan seluruh rangkaian permainan 99 hole sekaligus mendapatkan penghargaan Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI).
Edwin yang lahir pada 17 Juli 1949 mengaku keputusan untuk mengikuti tantangan tersebut tidak datang tanpa pertimbangan. Bahkan, keikutsertaannya sempat tidak mendapatkan restu dari keluarga karena faktor kesehatan menjadi kekhawatiran utama. Namun, tekad untuk menyelesaikan tantangan tersebut membuatnya tetap turun ke lapangan dan membuktikan bahwa usia lanjut bukan alasan untuk berhenti melakukan aktivitas yang memberikan makna.
“Saya sebenarnya tidak mendapat restu dari keluarga karena faktor kesehatan. Tapi saya ingin membuktikan bahwa yang tua juga masih mampu,” ujar Edwin.

Bagi Edwin, keikutsertaannya dalam 99 Holes Endurance bukan sekadar mengejar sebuah rekor. Ia ingin menjadikan tantangan tersebut sebagai simbol penyatu sekaligus pesan bagi generasi muda bahwa kemampuan seseorang tidak semata-mata ditentukan oleh usia. Menurutnya, selama masih memiliki kemauan dan kemampuan untuk beraktivitas, seseorang tetap dapat memberikan contoh dan manfaat bagi lingkungan di sekitarnya.
Ia juga menilai mengikuti turnamen seperti 99 Holes Endurance memiliki arti penting, terutama dalam menjaga semangat untuk tetap aktif dan produktif di usia lanjut. Golf menjadi salah satu olahraga yang menurutnya mampu mempertemukan berbagai generasi dalam satu arena. Tidak hanya menguji kemampuan fisik dan konsistensi, golf juga membuka ruang untuk membangun relasi, menjaga semangat berkompetisi, serta menikmati kebersamaan dengan sesama pecinta olahraga tersebut.
Baca Juga : Petra Golf Tournament 2026 Cetak Sejarah dengan Kehadiran Liga Mahasiswa
Menariknya, Edwin mengaku tidak melakukan persiapan khusus sebelum mengikuti tantangan 99 hole. Sebagai seorang pecinta golf, ia merasa olahraga tersebut sudah menjadi bagian dari kesehariannya sehingga tidak membutuhkan program latihan khusus untuk menghadapi turnamen. Modal utamanya adalah kecintaan terhadap golf dan kemauan untuk menyelesaikan seluruh tantangan.
Meski demikian, perjalanan 99 hole bukan perkara mudah. Edwin menyebut Ciputra Golf sebagai salah satu lapangan yang paling menantang karena kondisi green yang sangat licin. Tantangan lainnya hadir di Pakuwon Golf yang menjadi lapangan terakhir. Pada titik tersebut, kondisi fisik peserta sudah terkuras setelah melewati rangkaian permainan panjang.
“Yang paling sulit menurut saya Ciputra Golf karena greennya sangat licin. Pakuwon juga sulit karena itu lapangan terakhir, tenaga sudah habis,” ungkapnya.
Keberhasilan Edwin menyelesaikan 99 hole sekaligus mencatatkan rekor MURI menjadi gambaran bahwa semangat untuk terus bergerak dan berkarya tidak mengenal batas usia. Di tengah kesibukannya sebagai salah satu tokoh bisnis Indonesia, Edwin memilih tetap aktif melalui olahraga yang dicintainya dan menjadikan pengalaman tersebut sebagai pesan yang lebih besar bagi masyarakat.
Bagi Founder Saratoga Capital tersebut, pencapaian di Taman Dayu Golf bukan sekadar tentang mendapatkan penghargaan. Ia memiliki prinsip sederhana mengenai kehidupan di usia senja: tetap berusaha menjadi pribadi yang berguna dan memberikan manfaat bagi orang lain. Semangat itulah yang kemudian membawanya menyelesaikan 99 hole, sekaligus meninggalkan pesan bahwa selama masih diberi kesempatan dan kemampuan, setiap orang tetap dapat berkontribusi bagi sesama.(kar)