Terinspirasi Pegolf PGA, Satria Mulia Goh Cetak Hole in One di Usia 9 Tahun
Teegolf.id, SURABAYA – Kebiasaan menyaksikan pertandingan golf profesional ternyata menjadi salah satu sumber inspirasi bagi Satria Mulia Goh dalam menekuni olahraga golf. Pegolf cilik berusia sembilan tahun itu bahkan berhasil menciptakan momen istimewa dengan mencetak hole in one saat mengikuti Junior Golf Series di Ciputra Golf Surabaya, Minggu (16/8/2026).
Satria sukses memasukkan bola ke dalam lubang hanya dengan satu pukulan di hole 8. Pencapaian tersebut diraih dari jarak sekitar 80 meter pada hole par 3 dan menjadi pengalaman berkesan bagi Satria yang baru pertama kali mengikuti ajang Junior Golf Series.
Bagi seorang pegolf, hole in one bukan pencapaian yang mudah diraih. Selain membutuhkan akurasi dan kekuatan pukulan, keberhasilan tersebut juga membutuhkan kemampuan membaca kondisi lapangan dengan baik.
Meski baru menjalani debutnya di Junior Golf Series, Satria cukup mengenal karakter Ciputra Golf Surabaya. Pelajar Sekolah Ciputra Surabaya itu telah beberapa kali berlatih di lapangan tersebut sehingga tidak asing dengan kontur dan kondisi permainan.
“Walaupun pukulanku di hole delapan kadang-kadang bagus, kadang-kadang jelek,” ujar Satria.

Momen bola masuk ke dalam lubang dalam satu pukulan tersebut langsung disambut gembira oleh Satria. Kakeknya, Subagio Goh, mengatakan sang cucu terinspirasi dari kebiasaannya menyaksikan para pegolf profesional bertanding dalam turnamen PGA.
Menurut Subagio, Satria kerap memperhatikan bagaimana para pegolf merayakan keberhasilan mereka ketika berhasil mencetak hole in one. Ekspresi kegembiraan itu kemudian terlihat kembali ketika Satria mengalami sendiri momen serupa di lapangan.
“Makanya, dia bersorak saat hole in one, menirukan yang dia lihat di PGA,” kata Subagio.
Baca Juga : JGS Indonesia Perdana di Surabaya, Buka Jalan Pegolf Junior Jawa Timur Menuju Kompetisi Asia
Di balik pencapaian tersebut, Subagio menilai olahraga golf tidak hanya memberikan kesempatan bagi anak untuk mengembangkan kemampuan olahraga. Golf juga mengajarkan sejumlah nilai penting, terutama kedisiplinan dan kemampuan untuk mengendalikan diri.
Menurutnya, setiap pegolf dituntut bertanggung jawab terhadap permainan yang dijalaninya karena pada akhirnya tantangan terbesar dalam golf adalah kemampuan pemain menghadapi dirinya sendiri.
“Karena golf lawannya diri sendiri. Jadi, anak akan tumbuh dengan kedisiplinan yang baik,” tegasnya.
Satria menutup debutnya dalam Junior Golf Series dengan catatan 41 pukulan di atas par. Namun, lebih dari sekadar hasil pertandingan, keberhasilan mencetak hole in one menjadi pengalaman berharga dalam perjalanan awalnya menekuni dunia golf.
Di usia yang masih sangat muda, pencapaian tersebut menjadi salah satu bukti bahwa ketertarikan, latihan, dan pengalaman di lapangan dapat menjadi modal penting bagi pegolf junior untuk terus berkembang dan mengejar prestasi di masa mendatang. (kar)