Sempat Pesimis, Kristina Mahendra Tampil Konsisten dan Raih BGO Ladies
Teegolf.id, PASURUAN — Rasa kurang percaya diri tak menyurutkan langkah Kristina Mahendra untuk mengukir prestasi gemilang. Berawal dari rasa pesimistis sebelum turun ke lapangan, Kristina justru sukses menyabet gelar bergengsi Best Gross Overall (BGO) Ladies dalam ajang Petra Golf Turnamen 2026 yang digelar di Taman Dayu Golf, Pasuruan, Sabtu (15/8). Penghargaan tertinggi untuk kategori putri ini diberikan kepada pegolf yang mencatatkan akumulasi pukulan murni terbanyak tanpa memperhitungkan handicap.
Keraguan Kristina bukan tanpa alasan. Sebelum kompetisi dimulai, ia sempat beberapa kali melakoni sesi latihan dari berbagai tee box untuk mengevaluasi sekaligus meningkatkan keterampilan permainannya. Dari tee biru, ia berhasil mempertahankan skor di angka 93, sementara saat mencoba dari tee putih catatannya membaik ke angka 90. Namun, ketika menjajal tee merah yang seharusnya memberikan keuntungan, skornya justru kembali melorot ke angka 92. Fluktuasi performa selama masa persiapan tersebut sempat membuatnya memendam rasa ragu dapat tampil maksimal pada hari pertandingan.
Tekanan mental tersebut semakin terasa manakala pertandingan resmi dimulai. Pada tiga hingga empat hole pertama, Kristina sempat dibebani rasa tegang setelah langsung membukukan double bogey. Situasi kian menantang lantaran kondisi green di Taman Dayu Golf tergolong sangat licin sehingga menyulitkan kontrol bola. “Shock banget soalnya greennya tiba-tiba banget jadi licin kayak belut,” ujar Kristina mengingat tantangan di lapangan.
Baca Juga : Petra Golf Tournament 2026 Cetak Sejarah dengan Kehadiran Liga Mahasiswa

Menyadari situasi tak berjalan ideal dan gagal mencatatkan satu pun birdie, Kristina mengambil keputusan strategis dengan mengubah pendekatan permainannya. Dibanding terus memaksakan gaya bermain agresif yang berisiko tinggi, ia memilih bermain aman dan berfokus meminimalkan kesalahan fatal pada setiap hole. “Par juga cuma tiga biji, sisanya nggak mau ceroboh. Udah yang penting bogey,” tegasnya mengenai pilihan strateginya di tengah tekanan.
Strategi bertahan dan ketenangan mental dalam menghadapi tekanan tersebut akhirnya berbuah manis. Di luar dugaan, konsistensi Kristina dalam mengendalikan diri di sepanjang putaran membawanya keluar sebagai pegolf putri dengan torehan gross score terbaik. Keberhasilan ini membuktikan bahwa hasil akhir kompetisi golf tidak semata-mata ditentukan oleh angka-angka di atas kertas latihan, melainkan oleh keteguhan sikap, adaptabilitas, dan kemampuan menjaga fokus saat pertandingan berjalan di luar rencana.(kar)