Serius Tapi Santai, ‘Golf With Surabaya Athletes’ Ditutup Playoff Kocak ke Atas Pohon
Teegolf.id, Surabaya – Gelak tawa dan tepuk tangan meriah mewarnai turnamen Golf With Surabaya Athletes yang digelar Sabtu (19/7) di Pakuwon Golf & Family Club, Surabaya. Turnamen yang awalnya dimulai dengan suasana kompetitif ringan ini, justru berakhir dengan kejadian tak terduga sebuah playoff kocak antara Kapten Tim Golf Surabaya, Rudy Ayong, dan salah seorang pegolf asal Surabaya, Donny.
Turnamen ini memang sejak awal dirancang bukan untuk mencari pemenang mutlak. Sebaliknya, acara ini menjadi ajang silaturahmi antara atlet golf Surabaya yang baru saja menjuarai Porprov IX Jatim 2025 dengan komunitas golf lokal. Total 55 peserta ambil bagian dalam tantangan Nearest to the Pin di hole 1 dan 2, mencoba mengalahkan para atlet andalan seperti Nathan Christoper Widjaya, Clement Soetrisno, William Justin Wijaya, Jevan Lucius Ludy, Calista Allegra Dewantara, dan Phoebe Gani.
Nathan, yang sudah akrab dengan course Pakuwon, mengaku tetap merasa tertantang. “Paham course bukan berarti bisa santai. Peserta serius banget pukulannya,” ucapnya. Sementara Jevan menambahkan, “Yang bikin asyik justru tantangannya datang dari berbagai gaya main. Seru dan bikin segar. Kita tertantang secara individual dan harga diri ”ujarnya

Turnamen juga diselingi dengan lelang outfit yang dikenakan para atlet saat Porprov. Dari topi hingga baju, semua laku, dan jadi kenang-kenangan manis bagi peserta.
Namun, kejutan sesungguhnya datang di akhir acara.Dua nama tiba-tiba muncul sebagai pemuncak klasemen dengan skor sama, Rudy Ayong dan Donny. Keduanya mencatatkan skor over 5, dan disepakati diadakan playoff dadakan bukan untuk rebutan hadiah besar, tapi demi gengsi dan hiburan semata.
Dan benar saja, hiburannya datang dari pukulan terakhir Rudy Ayong yang entah karena gugup atau terlalu semangat justru melejitkan bolanya ke arah pohon, dan tersangkut di atas pohon.
Baca Juga : Surabaya Puncaki Golf Porprov IX Jatim, Calista Bintang Baru Lapangan Hijau
Tawa pecah di pinggir fairway, sementara Donny melangkah santai dan mencatatkan pukulan bersih untuk mengamankan gelar siang itu.
“Yah, mungkin bolanya pengen istirahat juga di atas sana,” celetuk Rudy yang disambut gelak para peserta.
Acara pun ditutup dengan tepuk tangan hangat dan suasana kekeluargaan. Bagi para atlet muda, ini bukan hanya ajang latihan ringan, tapi juga kesempatan berharga untuk belajar jadi panitia, menyusun acara, dan menjalin relasi.
“Ini turnamen paling santai tapi paling berkesan,” kata Donny sambil tertawa tentunya masih dengan sedikit senyum kemenangan. (kar)