Dua Birdie Penyelamat! Tim Golf Surabaya Pimpin Foursome Mix di Detik Terakhir

Published on June 29, 2025

TEEGOLF.ID, MALANG – Drama terjadi pada cabang olahraga golf Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jawa Timur 2025. Bertanding di Araya Golf Course, Jumat (28/6), tim golf Kota Surabaya nyaris kehilangan peluang memimpin di nomor foursome mix. Namun dua birdie krusial di tiga hole terakhir menjadi penyelamat mereka.

 

Pasangan Nathan Christoper Widjaya dan Calista Allegra Dewantara harus bekerja keras untuk mengatasi tekanan dari duet Kabupaten Pasuruan, Achmad Fani Nazarrudin dan Dila Novita Sari. Ketatnya persaingan terlihat sejak awal, tapi penampilan luar biasa Nathan-Calista di hole-hole terakhir mengubah segalanya.

 

Tiga hole terakhir menjadi titik balik. Surabaya mencetak dua birdie dan satu even par, sementara Pasuruan hanya mampu menyelesaikannya dengan dua even par dan satu bogey. Hasil itu membuat Surabaya unggul tipis satu stroke atas Pasuruan dalam leaderboard sementara.

 

“Dua birdie itu sangat membantu,” ujar Nathan usai pertandingan. Secara keseluruhan, tim Surabaya mengoleksi lima birdie, lima even par, lima bogey, dan tiga double bogey. Sebuah performa yang cukup untuk memimpin di hari pertama.

 

Nathan juga mengungkapkan tantangan beradaptasi dengan partner baru di nomor mix. Berbeda saat bermain dengan William Justin Wijaya di nomor foursome putra, ia mengaku butuh waktu hingga hole ke-9 untuk menemukan chemistry dengan Calista.

 

“Setelah hole 9 sudah mulai enak, sudah dapat feel-nya,” kata peraih medali perak individual itu.

 

Baca Juga : Kediri dan Pasuruan Tempel Ketat Surabaya di Nomor Foursome Putra Porprov IX Jatim

 

Sementara itu, tim Pasuruan harus puas berada di posisi kedua, satu pukulan di belakang. Fani mengakui bahwa kesalahan di hole 17 menjadi titik kegagalan mereka mengejar Surabaya.

 

“Saya salah perhitungan, karena patokan saya masih berdasarkan permainan di foursome putra. Angin dekat green juga saya kurang peka,” ungkapnya.

 

Dila Novita juga mengalami kesulitan dalam chipping di hole yang sama, dengan bola berhenti empat meter dari pin. “Tapi overall partner-ku main rapi hari ini. Miss-nya sedikit, dan masih bisa kami atasi,” tambah Fani.

 

Tim Surabaya kini memiliki bekal penting untuk menghadapi final round pada Minggu (29/6), di mana persaingan dipastikan akan semakin panas dengan Pasuruan dan Kediri yang hanya terpaut empat pukulan di belakang.