Kediri dan Pasuruan Tempel Ketat Surabaya di Nomor Foursome Putra Porprov IX Jatim

Published on June 27, 2025

Teegolf.id, Malang — Dominasi tim golf putra Kota Surabaya di nomor foursome belum sepenuhnya aman. Di hari pertama pertandingan cabang olahraga golf Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jawa Timur 2025, Rabu (26/6), tim Kota Kediri dan Kabupaten Pasuruan tampil mengejutkan dengan membayangi ketat perolehan skor pemimpin sementara.

Berlaga di Araya Golf Course, Malang, pasangan William Justin Wijaya dan Nathan Christopher Widjaja dari Surabaya yang sebelumnya meraih emas dan perak di nomor perorangan menutup hari dengan catatan 73 pukulan (1 over par).

Namun, hanya selisih tiga pukulan di belakang mereka, duo Kota Kediri , Jonathan Manuel Wijanto dan Brillian Elang Senna Mahagiri, tampil konsisten dan mencetak 76 pukulan (4 over par). Sementara itu, Kabupaten Pasuruan yang diwakili Achmad Fani Nazarrudin dan Havis Rohmad Afif, juga masih dalam bayang-bayang dengan skor 77 pukulan (5 over par).

Baca Juga : Cabor Golf Ciptakan Sejarah Baru, Surabaya Kunci Gelar Juara Umum Porprov Jatim 2025  

Menurut Jonathan, atau Jo, kekompakan dengan Elang jadi senjata utama mereka di nomor foursome yang memang mengandalkan kerja sama.

“Komunikasi jadi kunci. Hari ini menurutku lancar untuk komunikasinya dengan Elang,” ungkapnya. Elang pun menimpali, “Yang penting, kuncinya banyak ngomong. Chemistry kami sudah terbentuk sejak lama.”ungkapnya.

Situasi berbeda dialami pasangan Pasuruan. Meski jarang berlatih bersama, mereka berhasil menjaga permainan tetap solid.

“Kami berusaha saling memahami satu sama lain. Mudah-mudahan besok bisa tampil lebih maksimal,” kata Fani penuh harap.

Di nomor foursome putri, tim Surabaya kembali jadi sorotan. Phoebe Gani dan Calista Allegra Dewantara masih memimpin dengan skor **82 pukulan (10 over par). Namun, persaingan masih terbuka, dan tim-tim lain siap mengejar di hari kedua, Jumat (27/6).

Dengan selisih skor yang tipis, hari kedua akan menjadi panggung penentuan apakah Surabaya bisa mempertahankan keunggulan, atau justru Kediri dan Pasuruan yang melakukan kejutan? (Kar)