Birdie di Hole Terakhir Antar Kevin Akbar Cetak Sejarah di Ciputra Golfpreneur 2026
Teegolf.id, TANGERANG SELATAN – Kevin Caesario Akbar mencatatkan sejarah baru dalam perjalanan golf profesional Indonesia. Pegolf Indonesia itu menjadi juara pertama dari Tanah Air yang menaklukkan Ciputra Golfpreneur Tournament setelah memastikan kemenangan lewat birdie di hole terakhir, Sabtu (29/8/2026).
Kemenangan tersebut diraih Kevin pada Ciputra Golfpreneur 2026 yang berlangsung di Damai Indah Golf-BSD Course, Tangerang Selatan, Banten. Turnamen yang masuk dalam kalender Asian Development Tour itu menawarkan total hadiah sebesar 150.000 dolar AS.
Sesaat setelah memastikan kemenangan, Kevin langsung melakukan sujud syukur. Birdie di hole 18 menjadi pukulan penentu yang mengantarkannya mengakhiri turnamen dengan total skor 263 atau 25 pukulan di bawah par.
Catatan tersebut sekaligus menyamai rekor skor terendah Ciputra Golfpreneur Tournament yang sebelumnya dipegang juara edisi 2025, Matt Killen.
Pada putaran terakhir, Kevin tampil agresif dan membukukan skor 63 atau 9 di bawah par. Ia mencatatkan delapan birdie dan satu eagle, dengan hanya satu bogey sepanjang permainan.
Kevin mengaku tidak pernah membayangkan dapat keluar sebagai juara. Selama pertandingan, ia memilih untuk fokus pada setiap pukulan tanpa terlalu memikirkan posisi di papan klasemen.
Peluang kemenangan baru benar-benar disadarinya ketika memasuki hole terakhir. Saat itu, Kevin melihat papan klasemen sebelum melakukan pukulan ketiga dan mengetahui bahwa dirinya memiliki kesempatan untuk merebut gelar juara.
“Ketika tiba di hole terakhir, sebelum melakukan pukulan ketiga dan melihat papan klasemen, saya mulai berpikir kalau ada peluang menang. Namun, saya memerlukan birdie di hole terakhir dan alhamdulillah dapat birdie dengan putting dari jauh. Jadi lumayan deg-degan,” kata Kevin.

Birdie tersebut tidak hanya memastikan kemenangan, tetapi juga mengantarkan Kevin mencatatkan namanya sebagai pegolf Indonesia pertama yang menjuarai turnamen tersebut sejak pertama kali digelar pada 2014.
Capaian itu menjadi langkah penting bagi Kevin dalam mengejar target yang lebih besar, yakni menembus Asian Tour pada 2027.
Menariknya, sebelum turnamen dimulai, Kevin tidak memasang target untuk menjadi juara. Di tengah persaingan ketat dengan para pegolf dari berbagai negara, ia hanya menargetkan dapat menembus posisi lima besar.
Namun, pemahaman yang baik terhadap karakter lapangan Damai Indah Golf-BSD Course membuat Kevin tampil lebih berani sepanjang turnamen. Ia mengambil risiko pada sejumlah pukulan untuk mengumpulkan skor sebanyak mungkin di bawah par.
Baca Juga : Duel Dua Negara Tetangga Warnai Perebutan Gelar Mandiri Indonesia Open 2025, Naraajie Jaga Asa Tembus Top 5
Kemenangan tersebut juga memiliki makna khusus bagi Kevin. Pegolf profesional Indonesia itu baru saja menyandang status sebagai seorang ayah setelah putra pertamanya, Kaviendra Naratama Akbar, lahir pada Juli lalu.
Kehadiran sang putra disebut menjadi tambahan motivasi bagi Kevin untuk terus meningkatkan prestasinya di dunia golf profesional.
“Terima kasih kepada istri, papa saya, Ciputra Golfpreneur Foundation, para sponsor, dan semua yang sudah mendukung saya. Kemenangan ini saya dedikasikan untuk anak saya,” ujar Kevin seusai menerima trofi juara.
Ciputra Golfpreneur Tournament sendiri telah digelar sejak 2014. Turnamen ini memasuki edisi ke-11 setelah sempat tidak diselenggarakan pada 2020 dan 2021 akibat pandemi Covid-19.
Sepanjang penyelenggaraannya, turnamen tersebut selalu menghadirkan juara dari berbagai negara. Edisi perdana dimenangi James Byrne dari Skotlandia, disusul Michael Trant dari Vietnam, Oscar Zetterwall dari Swedia, Masaru Takashi dari Jepang, Miguel Carballo dari Argentina, Tom Kim dari Korea Selatan, Suteepat Prateeptienchai dari Thailand, Yuvraj Singh Sandhu dari India, Liu Yung Hua dari China Taipei, serta Matt Killen dari Inggris.
Kini, setelah lebih dari satu dekade digelar, nama Kevin Caesario Akbar akhirnya menjadi pegolf Indonesia pertama yang mampu berdiri di podium tertinggi Ciputra Golfpreneur Tournament. Birdie di hole terakhir bukan sekadar menjadi pukulan penutup, melainkan juga pukulan yang mengukir sejarah bagi golf Indonesia.(eta)