ICGC 2026 Kembali Digelar, Hadirkan Persaingan Sengit Antar Mahasiswa dari Berbagai Kampus

Published on July 13, 2026

Teegolf.id,Surabaya – Semangat kompetisi golf antar mahasiswa kembali bergulir melalui penyelenggaraan Indonesian College Golf Championship (ICGC) 2026 Series 3 yang digelar oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Brawijaya Golf. Turnamen tingkat nasional ini dijadwalkan berlangsung di Bukit Darmo Golf, Surabaya, pada 5–6 Agustus 2026. Memasuki penyelenggaraan tahun ketiga, ICGC hadir dengan konsep yang lebih matang melalui kolaborasi bersama Golf Armour Indonesia sebagai mitra resmi penyedia perlengkapan golf.

Ajang ini tidak hanya menjadi arena perebutan gelar juara, tetapi juga menjadi wadah bagi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk mengembangkan kemampuan, memperluas jaringan, serta membangun sportivitas dalam atmosfer kompetisi yang profesional. Kehadiran ICGC sekaligus mempertegas komitmen UKM Brawijaya Golf dalam menjaga keberlangsungan kompetisi golf mahasiswa berskala nasional yang selama ini masih tergolong terbatas.

Ketua Pelaksana ICGC 2026, Kafka Abyan Faischa, mengatakan bahwa penyelenggaraan tahun ini dirancang untuk memberikan pengalaman yang lebih berkesan bagi seluruh peserta. Menurutnya, ICGC tidak sekadar menjadi ajang pertandingan, tetapi juga ruang bagi para atlet muda untuk bertemu, bertukar pengalaman, dan memperluas relasi di lingkungan olahraga golf.

“Kami ingin ICGC tahun ini menjadi lebih dari sekadar kompetisi. Kami ingin menghadirkan pengalaman yang seru, membangun koneksi baru, dan menunjukkan bahwa golf adalah olahraga yang inklusif, penuh tantangan, sekaligus membuka banyak peluang. Harapannya, semua peserta bisa pulang dengan cerita, relasi, dan pengalaman yang berkesan,” ujar Kafka.

Sementara itu, Ketua Umum UKM Brawijaya Golf 2026, Naufaldi Alfaghani, menyebut penyelenggaraan seri ketiga menjadi tonggak penting dalam perkembangan kompetisi golf mahasiswa di Indonesia. Ia mengungkapkan bahwa kolaborasi dengan Golf Armour Indonesia dan Bukit Darmo Golf akan menghadirkan konsep baru yang berbeda dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya.

Menurut Naufaldi, Universitas Brawijaya berhasil mempertahankan gelar juara umum pada dua edisi sebelumnya dan kembali mengincar prestasi serupa pada ICGC Series 3. Namun, ia menegaskan bahwa tujuan utama kompetisi bukan hanya mengejar kemenangan, melainkan memperkuat ekosistem golf kampus melalui kolaborasi, inovasi, dan regenerasi atlet muda.

“Indonesian College Golf Championship sudah mencapai Series ke-3. Kali ini kami hadir bersama Golf Armour dan Bukit Darmo Golf memberikan sesuatu yang belum pernah ada dengan konsep yang berbeda dari sebelumnya. Dalam ICGC Series 1 dan 2, Universitas Brawijaya berhasil membawa pulang piala bergilir. Kami berharap ICGC terus menjadi ajang bagi seluruh universitas untuk berkolaborasi, berkontribusi, dan tumbuh bersama dalam ekosistem golf kampus yang semakin kompetitif,” katanya.

Panitia menargetkan keikutsertaan atlet mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, baik yang berasal dari kalangan amatir maupun profesional. Pada edisi sebelumnya, kompetisi diikuti peserta dari sejumlah kampus ternama, di antaranya Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), BINUS University, Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Universitas Diponegoro (UNDIP), serta berbagai perguruan tinggi lainnya.

Antusiasme terhadap ICGC juga terus meningkat seiring dukungan dari berbagai pihak. Pengembangan kompetisi golf mahasiswa dilakukan melalui sinergi bersama Persatuan Golf Indonesia (PGI) Jawa Timur dan PGI Kota Malang. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperluas jangkauan kompetisi sekaligus memperkuat pembinaan atlet golf usia mahasiswa yang selama ini belum memiliki banyak kesempatan bertanding di tingkat nasional.

Sejak pertama kali digelar pada 2024, ICGC mendapat dukungan penuh dari Alumni Brawijaya Golf (ABG). Dukungan tersebut menjadi fondasi penting sehingga kompetisi dapat terus berkembang dan menjadi salah satu agenda tahunan yang dinantikan oleh mahasiswa pecinta golf dari berbagai daerah.

Pada pelaksanaan tahun ini, panitia menargetkan partisipasi sebanyak 80 atlet mahasiswa. Mereka akan bersaing pada kategori individu maupun beregu mahasiswa menggunakan format Stroke Play Gross selama 36 hole. Selain kategori mahasiswa, panitia juga membuka kategori alumni yang akan dimainkan dalam format 18 hole.

Persaingan diperkirakan berlangsung semakin ketat dengan hadirnya sejumlah pegolf muda berprestasi di tingkat nasional. Salah satunya adalah Dafa Putra Hardian yang telah mengoleksi berbagai prestasi dalam sejumlah turnamen golf nasional. Selain itu, Achmad Fani Nazarrudin yang merupakan salah satu juara ICGC edisi sebelumnya juga dipastikan kembali ambil bagian. Kehadiran para atlet tersebut diyakini akan meningkatkan kualitas persaingan sekaligus menjadi motivasi bagi peserta lain untuk menunjukkan performa terbaik.

Baca Juga : Gelar Automotive Golf Championship, Bukit Darmo Golf Surabaya Satukan Ekosistem Otomotif di Lapangan Hijau

Untuk meningkatkan transparansi pertandingan, panitia menyediakan fasilitas live score yang dapat diakses melalui situs resmi ICGC. Melalui layanan tersebut, masyarakat, pelatih, maupun pendukung peserta dapat memantau perkembangan skor secara langsung selama kompetisi berlangsung.

Dalam penyelenggaraannya, ICGC menerapkan standar pertandingan yang mengacu pada The R&A Rules Limited, PGI Hard Card, serta peraturan lokal yang telah ditetapkan panitia. Seluruh peserta akan didampingi caddy resmi, menggunakan golf cart sesuai ketentuan, serta diwajibkan mematuhi pengaturan tempo permainan. Apabila terjadi skor imbang dalam penentuan juara, pemenang akan ditentukan melalui babak play-off dengan sistem hole by hole sesuai regulasi yang berlaku.

Melalui penyelenggaraan ICGC 2026, UKM Brawijaya Golf berharap semakin banyak dukungan dari pemerintah, dunia usaha, maupun berbagai pemangku kepentingan lainnya untuk memperkuat keberlanjutan kompetisi golf mahasiswa di Indonesia. Panitia juga membuka peluang kerja sama dengan berbagai sponsor sebagai bagian dari upaya bersama mendorong lahirnya lebih banyak atlet golf muda yang mampu berprestasi di tingkat nasional maupun internasional. Dengan semangat kolaborasi tersebut, ICGC diharapkan terus menjadi panggung pembinaan atlet sekaligus simbol berkembangnya olahraga golf di lingkungan perguruan tinggi Indonesia.(kar)