Cetak Rekor 36 Hole, Wyndham Clark Kuasai Puncak Klasemen U.S. Open 2026
Teegolf.id, SOUTHAMPTON – Wyndham Clark tampil sebagai pemimpin sementara U.S. Open 2026 setelah mencatatkan rekor skor 36 hole terbaik dalam sejarah turnamen yang digelar di Shinnecock Hills Golf Club. Pegolf asal Amerika Serikat itu menutup dua putaran pertama dengan total tujuh pukulan di bawah par dan membuka peluang besar untuk meraih gelar mayor keduanya.
Clark memulai turnamen dengan performa impresif melalui catatan 64 pukulan atau enam di bawah par pada putaran pertama. Ia kemudian melanjutkan konsistensinya dengan membukukan skor 69 atau satu di bawah par pada putaran kedua yang berlangsung Jumat (19/6), sehingga mengoleksi total tujuh di bawah par dan menempati posisi teratas klasemen menjelang akhir pekan.
Capaian tersebut melampaui target awal yang ditetapkan Clark sebelum turnamen dimulai. Juara U.S. Open 2023 itu sebelumnya menilai skor total even par selama empat putaran akan cukup untuk bersaing memperebutkan trofi. Namun setelah dua hari pertama, ia justru telah mengumpulkan tujuh pukulan di bawah par.
“Saya merasa sebenarnya bisa mencapai dua digit di bawah par. Hal yang menyenangkan adalah saya merasa belum menampilkan permainan terbaik, tetapi tetap memimpin. Semoga saya bisa mengeluarkan permainan terbaik pada akhir pekan nanti,” ujar Clark.
Situasi yang dihadapi Clark kali ini berbeda dibandingkan saat dirinya meraih gelar U.S. Open 2023 di Los Angeles Country Club. Kala itu, ia baru mengambil alih puncak klasemen pada Sabtu sebelum akhirnya mempertahankan keunggulan hingga putaran final untuk mengalahkan sejumlah pegolf elite dunia seperti Rory McIlroy, Scottie Scheffler, Cam Smith, dan Tommy Fleetwood.
Perjalanan Clark menuju U.S. Open tahun ini tidak sepenuhnya mulus. Pada U.S. Open 2025 di Oakmont, ia gagal melewati cut setelah mencatatkan delapan pukulan di atas par dalam dua putaran. Kekecewaan tersebut berlanjut dengan insiden perusakan loker di clubhouse yang membuatnya mendapat larangan memasuki area klub.
Sebelumnya, Clark juga sempat menjadi sorotan karena melempar driver saat tampil pada PGA Championship. Ia mengakui sejumlah insiden tersebut telah memengaruhi citra dirinya di mata publik.
“Saya menerima banyak kritik sejak tahun lalu dan itu memang pantas. Yang disayangkan, kejadian itu bukan mencerminkan siapa diri saya. Saya berharap bisa mendapatkan kembali dukungan para penggemar, atau bahkan mendapat penggemar baru, karena itu adalah insiden yang sangat buruk,” katanya.
Baca Juga : Tiger Woods Jalani Operasi Punggung Ketujuh, Ganti Cakram Tulang yang Rusak
Pegolf berusia 32 tahun tersebut juga menyoroti pentingnya menjaga kondisi mental selama menghadapi berbagai tekanan dalam kariernya. Bersama pelatih mental Julie Elion, Clark berupaya bangkit dari periode sulit yang dialaminya dalam setahun terakhir.
“Saat menjuarai U.S. Open saya merasa berada di puncak. Setahun kemudian saya justru harus meminta maaf karena merusak loker. Rasanya seperti mendaki Gunung Everest. Kadang harus turun lebih dulu sebelum bisa naik lagi. Saat ini saya merasa sedang kembali ke arah yang positif,” ujar Clark.
Performa gemilang Clark di Shinnecock Hills ditopang oleh permainan approach dan putting yang masuk lima besar terbaik di antara seluruh peserta hingga akhir putaran kedua. Meski akurasi pukulan drivernya belum sepenuhnya konsisten, kemampuan putting kembali menjadi senjata utama yang turut membawanya meraih dua finis 10 besar musim ini, termasuk kemenangan pada turnamen Byron Nelson bulan lalu.
Memasuki dua putaran penentuan, Clark menegaskan akan memanfaatkan pengalaman yang diperolehnya sejak menjuarai U.S. Open tiga tahun lalu. Dengan kepercayaan diri yang terus meningkat dan posisi sebagai pemimpin klasemen, ia memiliki peluang besar untuk menambah koleksi gelar mayor meski merasa belum memperlihatkan permainan terbaiknya secara keseluruhan.(eta)