Tips Selamatkan Diri saat Gempa, Baik di Dalam maupun di Luar Ruangan
Dokumentasi (Ist)
Gempa tak bisa dihindari dan bisa terjadi kapan pun, terutama di wilayah rawan gempa seperti Indonesia, ada baiknya memahami apa yang sebaiknya dilakukan saat gempa bumi.
Ada cara dasar melindungi diri saat gempa bumi, yakni metode drop, cover, hold on. Artinya, menurunkan posisi tubuh yang lebih rendah, mencari penutup kepala dan leher, dan tetap berada dan berlindung di tempat hingga gempa berhenti.
Berikut beberapa langkah penyelamatan diri saat terjadi gempa bila Anda berada dalam rumah atau ruangan, dirangkum dari badan penanggulangan bencana daerah :
- Apabila memungkinkan, dalam beberapa detik sebelum guncangan semakin hebat, segera menjauh dari kaca, benda gantung, rak buku, atau furnitur besar lainnya yang bisa jatuh.
Perhatikan benda yang jatuh, seperti batu bata dari perapian, perlengkapan lampu, hiasan dinding, rak tinggi, dan lemari dengan pintu yang bisa dibuka.
- Ambil sesuatu yang bisa melindungi kepala dan wajah Anda dari puing-puing yang berjatuhan dan pecahan kaca, seperti menggunakan helm atau bantal.
- Jika Anda berada di dapur, segera matikan kompor dan tutupi saat terjadi guncangan pertama.
- Jika Anda di tempat tidur, tahan dan tetap di sana, lindungi kepala Anda dengan bantal untuk memperkecil kemungkinan terluka. Perlu diingat, pecahan kaca di lantai dapat menyebabkan cedera jika Anda berjalan untuk menuju ke luar rumah.
- Jangan berdiri di depan pintu. Anda bisa berlindung dengan lebih aman di bawah meja. Di rumah modern, ambang pintu tidak lebih kuat dari bagian rumah lainnya. Selain itu, pintu juga tidak dapat melindungi Anda dari kemungkinan sumber cedera.
Di luar ruangan
Langkah penyelamatan diri saat terjadi gempa ketika berada di luar ruangan, yaitu:
- Menjauh dari gedung, kabel listrik, lubang pembuangan, dan saluran bahan bakar dan gas. Bahaya terbesar dari puing-puing yang berjatuhan berada tepat di luar pintu masuk dan dekat dengan dinding luar bangunan.
- Pergilah ke area terbuka jauh dari pepohonan, tiang telepon, dan bangunan. Setelah berada di tempat terbuka, turun posisi tubuh yang lebih rendah dan tetap di sana sampai guncangan berhenti.
- Area di dekat dinding luar sebuah bangunan adalah tempat yang paling berbahaya. Jendela, fasad, dan detail arsitektur sering kali menjadi bagian pertama dari bangunan yang runtuh. Usahakan untuk jauh dari zona bahaya ini.
Kemudian, apabila gempa terjadi saat kita sedang menyetir kendaraan, usahakan untuk menghindari persimpangan jalan dan tepikan kendaraan di sebelah kiri, karena jika tetap melaju kita bisa kehilangan kendali pada kendaraan yang tengah kita bawa. (SK-1)