Dramatis di Tiga Hole Terakhir, Rayhan Latief Bidik Rekor Baru untuk Indonesia
Rayhan Latief of Indonesia plays his stroke from the No. 2 tee during the third round of the 2026 Asia-Pacific Amateur Championship being played at the Te Arai Links, South Course in Auckland, New Zealand on Saturday 31 October 2026. Photograph by AAC.
Teegolf.id, AUCKLAND – Pegolf muda Indonesia, Rayhan Latief, menunjukkan perjuangan impresif pada putaran ketiga Asia-Pacific Amateur Championship (AAC) 2026 di Te Arai Links, Selandia Baru, Sabtu (31/10). Tiga birdie berturut-turut pada tiga hole terakhir mengantarkannya mencatatkan skor 70 atau dua pukulan di bawah par (-2). Hasil tersebut menempatkan Rayhan di posisi T14 sekaligus membuka peluang untuk mengukir pencapaian terbaik Indonesia dalam sejarah kejuaraan tersebut.a
Perjalanan Rayhan pada putaran ketiga berlangsung penuh tantangan. Setelah menyelesaikan 12 hole pertama dengan dua pukulan di atas par, pegolf berusia 19 tahun itu sempat kehilangan momentum akibat double bogey di hole 11 dan bogey di hole 12. Namun, ia mampu bangkit pada tiga hole terakhir dengan mencatatkan birdie secara beruntun.
Momentum kebangkitan tersebut dimulai di hole 16 melalui putt dari jarak sekitar 30 kaki. Rayhan kemudian kembali mencetak birdie di hole 17 par 3 setelah memasukkan putt dari jarak 12 kaki. Ia menyempurnakan penampilannya dengan birdie ketiga di hole 18 melalui putt sejauh 14 kaki.
“Tiga birdie berturut-turut, putaran ini membuat saya serasa menaiki wahana luncur. Saya mendapat double bogey di hole 11 dan kemudian bogey di hole 12, jadi menurut saya itu momen yang cukup krusial,” ujar Rayhan.
Hasil tersebut menjadi modal penting bagi Rayhan untuk memperbaiki pencapaian sebelumnya. Mahasiswa tingkat dua University of North Texas itu tengah berupaya melampaui finis T17 yang diraihnya di Dubai tahun lalu. Catatan tersebut juga menjadi salah satu hasil finis terbaik yang pernah dicapai pegolf Indonesia dalam ajang Asia-Pacific Amateur Championship.
Rayhan mengaku optimistis dapat menciptakan pencapaian yang lebih baik, baik untuk dirinya sendiri maupun Indonesia. Ia menilai masih memiliki kemampuan untuk tampil lebih maksimal dibandingkan penampilannya pada edisi sebelumnya.
“Pastinya saya bisa melakukannya untuk diri saya dan untuk Indonesia, tapi menurut saya, saya bisa main lebih baik daripada tahun lalu, daripada ketika finis T17,” katanya.
Ia juga menegaskan pentingnya menjaga konsistensi dan fokus selama pertandingan. Menurutnya, kesempatan untuk meraih hasil lebih baik harus diimbangi dengan persiapan yang tepat serta kemampuan menempatkan diri pada posisi yang menguntungkan di setiap kesempatan.
“Harusnya bisa lebih baik daripada prestasi tersebut. Saya hanya perlu menempatkan diri di posisi yang bagus dan fokus pada prosesnya tiap kali saya ke lapangan dan bermain,” tambahnya.
Sementara itu, pegolf Indonesia lainnya, Jayawardana Dornan, yang berstatus debutan pada kejuaraan ini, berhasil melewati batas cut dan melanjutkan pertandingan hingga putaranterakhir.