Lananggara, Si Kecil Cabai Rawit dari Malang yang Siap Taklukan Dunia
Teegolf.id, Surabaya – Lananggara Abbuming Daya, bocah berusia delapan tahun asal Malang ini punya mimpi besar yang tak biasa untuk anak seusianya yakni menjadi pegolf dunia. Siswa SD Islam Sabilillah Malang 2 itu mulai mengenal golf sejak usia lima setengah tahun. Sang ayah menjadi sosok pertama yang memperkenalkannya pada olahraga yang identik dengan ketenangan dan konsentrasi tinggi tersebut. Dari sekadar ikut driving bersama ayahnya, Lanang kini tumbuh menjadi anak yang tekun dan bersemangat menekuni golf secara serius.
Rutinitasnya padat, tetapi dijalani dengan antusias. Dalam seminggu, ia berlatih tiga hingga empat kali di lapangan golf Araya dan Abd Saleh. Bagi Lanang, setiap turnamen adalah pengalaman berharga. Ia selalu tampil dengan rasa gembira dan semangat tinggi, tanpa membeda-bedakan ajang besar atau kecil. “Setiap turnamen punya pengalaman sendiri-sendiri,” katanya.

Namun di balik prestasi dan semangatnya, ada tantangan yang harus dihadapi. Fisik dan mental menjadi dua hal penting yang terus dijaga oleh keluarga. Dalam jadwal latihan dan kompetisi yang padat, stamina dan kesehatan Lanang menjadi perhatian utama. Nutrisi, vitamin, dan kualitas tidur selalu dipantau agar tubuhnya tetap fit. Lebih dari itu, sang ayah dan pelatih menekankan pentingnya membangun kepercayaan diri, fokus, serta sikap sportif di lapangan.
Baca Juga : Queen Shine Gracella, Bintang Muda Golf dari Malang yang Tumbuh dengan Disiplin dan Mimpi Besar
“Bukan hanya soal skor, tapi bagaimana menjaga attitude,” ujar orang tuanya. Tantangan lainnya adalah menumbuhkan jiwa sportif dan mental yang kuat di lapangan hal yang sangat penting agar Lanang bisa terus berkembang tanpa kehilangan semangat fair play. Kekalahan pun tak membuatnya patah semangat, justru menjadi motivasi untuk memperbaiki diri.

Lanang menjadikan Tiger Woods sebagai sosok panutan. Ia mengagumi permainan sang legenda dan bercita-cita bisa menapak jejak yang sama di dunia golf. Di sela aktivitas sekolah dan latihan, Lanang tetap punya waktu untuk menjadi anak-anak biasa. Ia kerap bermain LEGO di rumah, dan kadang membawanya ke lapangan untuk bermain di sela-sela latihan. “Golf harus tetap fun, tidak boleh dipaksa,” tutur orang tuanya.
Bagi Lanang, golf bukan sekadar olahraga, tetapi jalan untuk bermimpi besar. Dukungan keluarga dan semangat pantang menyerah menjadi modal penting bagi bocah Malang ini untuk terus mengasah kemampuan. Dengan tekad dan kerja kerasnya, bukan tak mungkin suatu hari nanti nama Lananggara Abbuming Daya akan terdengar di panggung golf dunia seperti idolanya, Tiger Woods. (kar)