Yeye MS, Merawat Integritas dan Membangun Pengalaman Lewat Tee Management

Published on February 12, 2026

Teegolf.id, Surabaya – Di tengah industri event organizer dan media yang kian kompetitif, Yeye MS memilih jalan yang tidak selalu mudah, namun konsisten membangun bisnis berbasis nilai, pengalaman, dan integritas. Melalui Tee Management, ia menempatkan event dan media bukan sekadar proyek, melainkan ruang untuk membangun cerita, relasi, dan kepercayaan jangka panjang khususnya dalam ekosistem golf.

Berangkat dari kegemarannya membangun koneksi, Yeye melihat event sebagai perjalanan yang menghadirkan makna. “Saya melihat event dan media bukan hanya sekadar proyek, tapi perjalanan untuk menciptakan pengalaman, membangun relasi, dan menghadirkan nilai,” ujarnya. Visi awal Tee Management pun dirancang sederhana namun kuat, yakni menghadirkan event yang rapi secara teknis, memiliki cerita, serta media yang kredibel dan relevan bagi komunitasnya.

Perjalanan membangun Tee Management tidak lepas dari keterbatasan. Minimnya sumber daya dan belum dikenalnya brand menjadi tantangan utama di fase awal. Namun, Yeye memilih menjawabnya dengan kerja nyata di lapangan. “Tantangan terbesar adalah membangun kepercayaan di tengah keterbatasan. Cara mengatasinya adalah dengan kerja ekstra, menjaga kualitas, menepati janji, dan tidak setengah-setengah,” katanya. Konsistensi tersebut perlahan membuahkan hasil, satu event demi satu event.

Di tengah ketatnya persaingan industri, Tee Management mampu bertahan dengan fondasi yang kuat. Yeye menegaskan bahwa perusahaannya tidak semata mengejar profit, melainkan membangun arah jangka panjang. “Kami membangun bisnis melalui kualitas kerja, relasi, dan pemahaman terhadap kebutuhan klien serta komunitas,” ujarnya. Menurutnya, menjaga hubungan baik dengan partner dan komunitas adalah kunci keberlanjutan.

Yeye memegang prinsip tanggung jawab dan keteladanan dalam mengembangkan bisnisnya

Reputasi menjadi nilai yang dijaga dengan serius. Yeye percaya reputasi lahir dari komitmen yang konsisten, bukan sekadar klaim. “Reputasi tidak dibangun dari klaim, tapi dari tanggung jawab yang dijalankan, terutama saat situasi tidak ideal,” tuturnya. Transparansi, komunikasi jujur, dan kehadiran penuh saat dibutuhkan menjadi prinsip yang ia pegang dalam membangun kepercayaan klien.

Dalam melihat perkembangan industri, Yeye menilai inovasi dan digital media kini menjadi bagian inti dari strategi event. “Digital media bukan lagi pelengkap, tapi bagian utama. Tanpa digital mindset, EO akan tertinggal,” katanya.

Pendekatan digital diyakini mampu membuat event lebih interaktif, terukur, dan berdampak luas. Pilihan Tee Management untuk mengembangkan media khusus golf juga bukan tanpa pertimbangan. Yeye melihat golf sebagai komunitas yang solid dan menjunjung nilai serta etika. “Golf bukan hanya soal turnamen. Di dalamnya ada gaya hidup, bisnis, dan networking. Di situ kami ingin hadir lebih dekat dan relevan,” ujarnya.

Sebagai Founder, Yeye mengakui bahwa keputusan tersulit adalah menolak proyek yang tidak sejalan dengan nilai perusahaan, meski menggiurkan secara finansial. “Pelajarannya, bisnis bukan hanya soal uang, tapi soal arah dan integritas jangka panjang,” katanya.

Baca Juga : Empat Pegolf Muda Indonesia Amankan Tiket Faldo Junior Tour Asia Grand Final di Vietnam

Kedepan, ia memandang industri EO dan media di Indonesia akan semakin selektif dan matang. Mereka yang bertahan adalah yang memiliki identitas jelas, adaptif, dan mampu membangun kepercayaan jangka panjang melalui kolaborasi dan inovasi.

Dalam kepemimpinan, Yeye memegang prinsip tanggung jawab dan keteladanan. “Pemimpin itu bukan soal jabatan. Pemimpin harus berani berjalan di depan saat arah belum jelas, dan berdiri paling akhir saat ada masalah,” ucapnya. Ia mengibaratkan kepemimpinan seperti perjalanan touring motor tidak selalu mulus, namun akan bermakna jika dijalani dengan tujuan dan saling percaya.

Kepada generasi muda yang ingin terjun ke dunia EO dan media, Yeye berpesan agar berani memulai dari passion, namun tetap disiplin. “Bangun karakter sebelum membangun nama, karena bisnis yang kuat selalu lahir dari fondasi yang jujur,” pungkasnya. (KAR)