Pulang dari Kanada, Nathan Persembahkan Emas untuk Orang Tua dan Kota Surabaya
Nathan berhasil menyumbangkan tiga medali emas dari beregu putra, mix foursome, dan foursome putra serta satu medali perak dari kategori individu putra, Foto : PGI Jatim
Teegolf.id, Surabaya – Di tengah gemerlap medali emas yang diraih kontingen Surabaya di ajang Porprov Jawa Timur 2025, sosok Nathan Christoper Widjaya mencuri perhatian. Meski kini bermukim dan menempuh pendidikan di Kanada, Nathan pulang ke Indonesia demi satu tujuan memperkuat tim golf Surabaya dan membagikan pengalamannya kepada rekan-rekan setim.
Dalam kejuaraan ini, Nathan berhasil menyumbangkan tiga medali emas dari beregu putra, mix foursome, dan foursome putra serta satu medali perak dari kategori individu putra. Namun, pencapaiannya tak hanya diukur dari jumlah medali, melainkan juga dari peran pentingnya sebagai figur pemimpin dan panutan dalam tim.
“Kesertaan saya di Porprov tahun ini bukan hanya untuk bertanding, tapi juga untuk berbagi pengalaman dari PON tahun lalu. Harapan saya adalah bisa membantu memperkuat tim Surabaya dari sisi teknis maupun mental,” kata Nathan.
Nathan mengakui, tantangan terberat bukan datang dari lapangan, melainkan dari tekanan mental dan ekspektasi tinggi.
“Sejak hari pertama, kami sudah jadi sorotan karena saya dan William pernah tampil di PON. Tapi dari situ saya belajar untuk menang, kita harus tetap rendah hati dan percaya pada proses.”jelasnya.
Nathan juga menunjukkan kematangan dalam beradaptasi. Ia datang ke Indonesia sebulan sebelum pertandingan dimulai untuk menyesuaikan diri dengan cuaca tropis dan makanan lokal sesuatu yang krusial bagi atlet yang terbiasa hidup di negara dengan iklim dan kultur berbeda.
“Untungnya saya datang lebih awal, jadi bisa adaptasi dulu. Tapi karena saya rutin latihan di Kanada, secara fisik saya siap. Yang perlu kami persiapkan lebih matang adalah chemistry dalam pertandingan beregu, terutama di mix foursome dan foursome,” ujarnya.

Nathan pun tak menyembunyikan ambisinya untuk masa depan. Setelah Porprov, ia menargetkan tampil di PON, Asian Games, dan SEA Games. Lebih dari itu, ia bermimpi menjadi atlet profesional baik di Asia maupun Kanada, sekaligus terus mewakili Indonesia di level internasional.
Namun, di balik semua target besar itu, Nathan tetap berpegang pada nilai-nilai dasar yang membentuk dirinya latihan yang konsisten, rasa hormat kepada orang tua, dan kepercayaan penuh kepada Tuhan. “Saya percaya, semua ini bukan kebetulan. Ini adalah panggilan hidup saya untuk menggunakan bakat ini sebagai berkat bagi orang lain.”ujarnya kembali.
Di balik pencapaiannya, Nathan mengaku motivasi terbesarnya datang dari kedua orang tuanya. “Mereka telah mengorbankan begitu banyak hal waktu, tenaga, perhatian untuk mendukung saya sejak awal. Sekarang giliran saya membalas perjuangan itu. Ini semua bukan soal medali, tapi soal rasa terima kasih saya yang tak ternilai,”pungkasnya. (kar)