Pickleball Mulai Jadi Tren Baru Olahraga Raket di Surabaya
Teegolf.id, SURABAYA – Tren olahraga raket di Indonesia mulai menghadirkan pilihan baru. Setelah olahraga padel menarik perhatian masyarakat dalam beberapa waktu terakhir, kini pickleball mulai mencuri perhatian warga Surabaya, khususnya di kawasan Surabaya Timur. Perpaduan karakter permainan tenis, badminton, dan pingpong membuat pickleball menawarkan pengalaman berbeda tanpa menuntut kemampuan fisik yang terlalu berat. Ukuran lapangannya yang menggunakan standar lapangan badminton, ditambah raket dan bola yang relatif ringan, membuat olahraga tersebut lebih mudah dimainkan oleh berbagai kalangan.
General Manager Zuper Pickleball, Johan Saputra, mengatakan pickleball mulai diperkenalkan pihaknya di kawasan Surabaya Timur sejak akhir Juli 2026. Kehadiran olahraga tersebut mendapat respons positif dari masyarakat yang sebelumnya telah mengenal olahraga raket seperti badminton dan padel.
“Kami sudah sekitar tiga bulan berjalan, mulai akhir Juli mencoba memperkenalkan olahraga pickleball ini. Di luar negeri sebenarnya sudah hype banget, bahkan di Amerika Serikat sudah ada sejak tahun 1960-an. Di negara tetangga seperti Vietnam dan Singapura pun sudah lebih dulu populer,” ujar Johan.
Menurut dia, salah satu faktor yang membuat pickleball cepat diterima adalah kemudahan dalam mempelajari permainan. Pemain pemula tidak membutuhkan waktu lama untuk memahami pola dasar permainan sehingga olahraga tersebut dapat langsung dinikmati sejak percobaan pertama.
“Raket dan bolanya ringan, jadi kemungkinan cedera sangat minim. Secara respons sangat bagus, orang-orang yang baru pertama kali mencoba pickleball biasanya dalam 10 menit bermain sudah bisa,” katanya.
Kemudahan tersebut juga membuat pemain dari cabang olahraga lain tertarik mencoba pickleball. Johan menyebut sejumlah pemain badminton maupun mantan pemain padel menjadi bagian dari masyarakat yang mulai penasaran dengan olahraga tersebut. “Apalagi bagi mereka yang sudah punya dasar bermain badminton atau mantan pemain padel, mereka penasaran, mencoba, dan ternyata langsung cocok,” ujarnya.
Baca Juga : Minat Warga Surabaya terhadap Olahraga Padel Terus Meningkat
Saat ini, mayoritas pemain pickleball yang datang berada pada rentang usia 17 hingga 35 tahun. Kelompok usia tersebut sekaligus menjadi salah satu pasar yang potensial bagi perkembangan olahraga pickleball di Surabaya. Dari sisi biaya, pickleball juga menawarkan akses yang relatif terjangkau. Raket dapat diperoleh mulai sekitar Rp400.000, sedangkan bola dijual dengan harga sekitar Rp20.000. Adapun biaya sewa lapangan berada di kisaran Rp100.000 per jam. Dalam masa soft opening, tarif tersebut ditawarkan dengan harga Rp75.000 per jam.
Perkembangan tersebut turut mendorong munculnya layanan pendukung berupa manajemen pelatih. Admin Coach Suka, Linggawati, mengatakan meningkatnya minat masyarakat terhadap pickleball menjadi salah satu alasan terbentuknya manajemen tersebut.
“Pickleball ini olahraga yang cukup santai karena lapangannya tidak terlalu besar dibandingkan badminton. Rata-rata peminatnya berawal dari para pemain badminton yang mencari alternatif permainan yang lebih ringan dan mudah,” tutur Linggawati.
Menurut dia, karakter permainan yang lebih ramah secara fisik membuat masyarakat memiliki alternatif untuk tetap berolahraga tanpa harus langsung menghadapi intensitas permainan yang tinggi. “Hal itulah yang melatarbelakangi lahirnya Coach Suka. Karena permainannya lebih ramah fisik, semakin banyak orang yang tertarik untuk bergabung,” katanya.
Melihat perkembangan minat tersebut, Zuper Pickleball tidak hanya mengandalkan satu fasilitas. Pengelola tengah menyiapkan konsep pusat olahraga terpadu di kawasan Rungkut yang akan menggabungkan lapangan badminton dan pickleball dengan layanan pemulihan berupa massage serta fasilitas fitness.
Fasilitas tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada Desember 2026 hingga Januari 2027. Rencana ekspansi itu menjadi bagian dari upaya pengelola menangkap pertumbuhan minat masyarakat terhadap olahraga raket yang kini semakin beragam.
Bagi sebagian masyarakat, kemunculan pickleball bukan sekadar bertambahnya pilihan olahraga. Perkembangan komunitas, kemudahan bermain, serta biaya yang relatif terjangkau menunjukkan bagaimana olahraga raket mulai bergeser dari sekadar aktivitas kompetitif menjadi bagian dari aktivitas rekreasi dan gaya hidup masyarakat perkotaan.(kar)