Perwakilan Indonesia Tampil Membanggakan di AAC 2023

Published on November 7, 2023

Test Caption

Asia-Pacific Amateur Championship 2023 kembali dihelat pada 23-29 Oktober yang lalu di Royal Melbourne, Australia. Sebanyak tujuh atlet nasional dari Indonesia mengikuti turnamen ini.

Mereka adalah Kenneth Henson, Randy Arbenata Mohamad Bintang, Rayhan Abdul Latief, Achmad Fani Nazaruddin, Nathan Christoper Widjaya, Gabriel Hansel Hari dan Jordan Indra Marcelo. Lantas seperti apakah perjuangan yang harus mereka lakukan dalam turnamen tersebut?

Rudy Widjaya(ayong), ayah dari Nathan Christoper Widjaya yang hadir juga dalam turnamen tersebut menuturkan bahwa keikutsertaan sang putra dan rekannya yang lain dalam Asia-Pacific Amateur Championship 2023 tentu sangat membanggakan.

Pasalnya turnamen ini dikuti oleh diikuti 120 pegolf yang berasal dari 37 negara di wilayah Asia Pacific. Disamping itu mereka adalah golfer pilihan(invitation) dimana yang mengikuti turnamen ini adalah TOP 150 ranking WAGR(se- asia pacific).

“Ini tentu membanggakan dan pengalaman yang sangat berharga bagi mereka bahkan tak ternilai. Kendati mereka harus bertanding dengan golfer unggulan dari negara lain, namun mereka terus memberikan performa terbaiknya mewakili Indonesia,” jelasnya.

cr photo : istimewa

Ditambahkannya, bahwa ada beberapa tahapan yang harus dilalui sebelum bertanding. Diantaranya, practice round dan opening ceremony pada tanggal 24 Oktober , 25 hingga 28 mereka baru bertanding untuk Round I, II, III dan IIII Dan Closing Ceremony pada tanggal 29 Oktober.

Tantangan pada turnamen ini bisa terbilang cukup sulit karena mereka harus bertanding di Lapangan nomor 6 terbaik di dunia yaitu Royal Melbourne. Dimana lapangan ini mempunyai green speed yang tinggi yaitu 14,5.

Tak hanya itu, merekapun harus menaklukan kondisi cuaca yang tak bersahabat. Kadang panas, kadang dingin, kadang hujan bahkan kecepatan angin disini mencapai 60 km/jam.

“Kondisi cuaca dan green speed menjadi tantangan yang cukup berat kala itu. Namun kami bersyukur mereka dapat melewati hal tersebut. Bahkan ada 3 perwakilan Indonesia yang masuk lolos cut:
Randy ,Jordan dan Rayhan Abdul Latief.

“Semoga nantinya dengan pengalaman yang diperoleh disini, mereka dapat berkembang jauh lebih baik lagi kedepan sehingga nantinya dapat lebih berprestasi dan membanggakan bangsa dan negara di kancah Internasional,” pungkasnya.

Perlu diketahui bahwa, turnamen yang dikelola Asia Pacific Golf Confederation (APGC) ini dimulai pada 2009. Kini, AAC menjadi salah satu turnamen amatir bergengsi di dunia. Mulai 2018, pemenang AAC mendapatkan undangan untuk tampil di US Masters dan Open Championship. Sebelumnya, dari 2009 hingga 2017, pemenang dan runner up berhak mengikuti International Final Qualifying untuk Open. AAC merupakan salah satu turnamen elite, yang bisa disejajarkan US Amateur, British Amateur, dan European Amateur. (SA)