Mahasiswa UMM Borong Prestasi di Wali Kota Cup Surabaya 2026
Teegolf.id, SURABAYA – Dua mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berhasil menorehkan prestasi membanggakan pada Pertandingan Golf Piala Wali Kota Surabaya yang berlangsung di Bukit Darmo Golf, Surabaya, pada 16–17 Mei 2026.
Dalam turnamen yang diikuti sekitar 200 pegolf dari berbagai daerah tersebut, kontingen Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Golf UMM berhasil membawa pulang dua gelar bergengsi. Muhammad Fikri Fakhruddin, mahasiswa Program Studi Agribisnis angkatan 2023, meraih gelar Best Gross Class A+, sementara Aisya Allea, mahasiswa Program Studi Psikologi angkatan 2024, sukses menempati posisi Runner Up Gross kategori Ladies.
Prestasi tersebut menunjukkan bahwa golf bukan sekadar olahraga rekreasi, melainkan cabang olahraga yang menuntut kemampuan fisik, mental, dan strategi yang tinggi. Selama dua hari pertandingan, para peserta harus menyelesaikan 18 hole setiap hari dengan berjalan kaki di bawah teriknya cuaca Surabaya.
Fikri mengungkapkan bahwa keberhasilannya tidak terlepas dari persiapan intensif yang dilakukan bersama UKM Golf UMM sejak dua pekan sebelum turnamen berlangsung. Selain mengasah kemampuan teknik, tim juga fokus menyusun strategi permainan yang matang.
“Strateginya yaitu kami melakukan course management di lapangan dengan perhitungan jarak agar bisa menentukan penggunaan stik iron yang tepat untuk mencapai target,” ujar Fikri.
Menurutnya, setiap pukulan dalam golf menuntut pengambilan keputusan yang cepat dan tepat. Pemain harus memperhitungkan berbagai faktor, mulai dari jarak, arah angin, posisi bola, hingga pemilihan stik yang sesuai. Dalam situasi kompetitif, tekanan mental juga menjadi tantangan tersendiri yang harus dihadapi.
Ia menilai rasa lelah, cuaca panas, dan ketatnya persaingan dapat memengaruhi konsentrasi pemain. Karena itu, kemampuan menjaga ketenangan menjadi salah satu faktor penting untuk mempertahankan performa hingga akhir pertandingan.
Di balik keberhasilan tersebut, dukungan kampus turut berperan besar dalam mendukung pengembangan atlet mahasiswa. Fikri mengakui bahwa golf merupakan olahraga yang membutuhkan biaya cukup besar, mulai dari pendaftaran turnamen, akomodasi, hingga kebutuhan pendukung lainnya selama kompetisi.
“Atlet ini jika tidak mendapat dukungan kampus pasti benar-benar mengeluarkan banyak biaya karena pengeluaran di golf itu sangat besar. Alhamdulillah masalah biaya dari kampus semuanya teratasi,” katanya.
Bagi Fikri, pencapaian di Piala Wali Kota Surabaya 2026 menjadi langkah awal untuk meraih target yang lebih tinggi. Ia bertekad terus meningkatkan kemampuan dan pengalaman bertanding guna mewujudkan cita-citanya menjadi pegolf profesional yang mampu bersaing di tingkat internasional.
Ia juga berpesan kepada mahasiswa lain agar bersungguh-sungguh dalam mengembangkan minat dan bakat yang dimiliki.
“Kalau kalian memang memiliki niat, usahakan dengan sungguh-sungguh dan jangan setengah-setengah, agar semua yang dibangun bisa terbentuk secara maksimal,” ujarnya.
Baca Juga : Cetak Rekor Peserta, Walikota Surabaya Cup 2026 Sukses Perkuat Regenerasi Golfer Jatim
Kepala Bagian Minat dan Bakat Kemahasiswaan UMM, Ary Bakhtiar, mengapresiasi capaian yang diraih para atlet UKM Golf UMM. Menurutnya, prestasi tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan minat dan bakat mahasiswa mampu menghasilkan pencapaian nyata di tingkat kompetisi.
“UMM senantiasa berkomitmen untuk memfasilitasi dan mengembangkan minat bakat mahasiswa secara penuh, tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga non-akademik,” katanya.
Ary berharap keberhasilan tersebut dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan potensi diri. Pihak kampus, lanjutnya, akan terus memperkuat ekosistem pendukung agar semakin banyak atlet mahasiswa yang mampu berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.
“Keberhasilan kontingen UKM Golf memborong juara ini sangat membanggakan. Kami berharap fasilitas dan ekosistem pendukung yang terus disiapkan kampus dapat melahirkan lebih banyak atlet berprestasi yang siap bersaing di level nasional hingga internasional,” ujar Ary.
Dua gelar yang diraih di Surabaya menjadi sinyal positif bagi perkembangan UKM Golf UMM. Di tengah anggapan bahwa golf merupakan olahraga yang eksklusif, para mahasiswa tersebut menunjukkan bahwa lapangan golf juga dapat menjadi ruang pembentukan karakter, daya juang, disiplin, dan prestasi yang mampu mengharumkan nama kampus di tingkat yang lebih luas. (kar)