Kunjungi Kadin Jatim, Investor Belanda Tawarkan Kerjasama Sektor Pertanian

Published on April 25, 2024

SURABAYA – Foodventures, salah satu perusahaan Belanda yang bergerak di bidang pertanian melakukan kunjungan ke Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur, Rabu (24/4/2024). Dalam kunjungannya, mereka menawarkan kerjasama bidang agriculture atau pertanian.

 

Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Umum Kadin Jatim Adik Dwi Putranto, Wakil Ketua Umum Bidang Perkebunan, Peternakan dan Perikanan Kadin Jatim Ulya Abdillah, Wakil Ketua Umum Bidang UMKM, M. Idrus Yahya dan Wakil Ketua Umum Bidang Koperasi M. Diah Agus Muslim serta Kadin Kabupaten Malang, Pasuruan, Probolinggo, Kadin Kota Batu dan sejumlah pelaku usaha di sektor pertanian di Jawa Timur.

 

Business Development Southeast Asia Foodventures, Lennart Knot mengungkapkan bahwa Foodventures adalah salah satu perusahaan besar di Belanda yang sudah lama bergelut di bidang pertanian, khususnya green house.

 

“Kami membawa teknologi pertanian, khususnya greenhouse farming yang sudah ada di Belanda hampir satu abad, ke berbagai negara lain yang belum memiliki ekosistem terkait dengan greenhouse farming. Oleh karena itu perusahaan kami mulai dari Eropa timur, karena di sana belum ada,” ungkap Lennart Knot.

 

Saat ini, Foodventures telah memiliki proyek di 10 negara termasuk di Ukraina, Georgia, Kazakhstan, China, Amerika dan Swedia. “Dan sekarang kami ingin berinvestasi di Asia Tenggara terutama di Indonesia. Indonesia menurut kami merupakan pasar yang paling besar dan paling cocok untuk proyek Foodventures,” tandasnya.

 

Atas keinginan tersebut, Foodventures bersama GMBS Business Support tengah membuat visibility study untuk kemungkinan berinvestasi di Indonesia. Kerjasama ini juga diharapkan terjadi transfer teknologi karena nantinya mereka akan menggunakan teknologi pertanian di Belanda. Belanda adalah salah satu negara yang cukup maju dalam penerapan teknologi pertanian.

 

“Kami mengunjungi beberapa tempat di Indonesia yang cocok, baik dari sisi pasar ataupun lokasi pembangunan greenhouse. Dan hari ini kami sangat senang sekali berkunjung ke Kadin Jatim bertemu dengan sejumlah pihak di Jatim yang terkait dengan pertanian yang bisa membantu kami untuk mencari partner ataupun tempat yang cocok untuk membuat proyek baru,” lanjut Lennart Knot.

 

Ada beberapa pilihan bentuk kerjasama yang akan dilakukan, bisa dalam bentuk supplier, customer atau partner pemasaran dan investasi pertanian utamanya untuk komoditas hortikultura, yaitu sayur dan buah seperti tomat, timun, atau paprika.

 

“Sebetulnya kami cari dalam semua kategori tersebut. Dan kunjungan ini adalah yang pertama kali, beberapa pihak sudah memberikan kontak dan informasi yang nanti akan dilanjutkan pada meeting atau pertemuan lebih lanjut,” tandasnya.

 

Ia menegaskan, Jatim menjadi salah satu pilihan karena Jatim adalah wilayah yang pasarnya cukup besar, jumlah penduduk sangat besar dan menjadi pintu masuk ke Indonesia timur. Apalagi saat ini sudah ada jalan tol ada trans Jawa sehingga distribusi dari Jatim ke Jawa Tengah dan Jaw Barat cukup mudah.

 

“Untuk nilai investasi, akan kami sesuaikan dengan ukuran dan teknologinya, tetapi kurang lebih Rp 50 miliar untuk satu projek,” ujar Lennart Knot.

 

Principal Advisor GMBS Business Support, Maarten Smit menambahkan bahwa saat ini pihaknya membantu Foodventures melakukan pemetaan pasar hortikultura di Indonesia, khususnya hortikultura yang ditanam diĀ  greenhouse.

 

Hasil riset yang dilakukan menunjukkan bahwa Jatim menjadi pasar yang cukup bagus untuk budidaya sayur, utamanya Malang. Sementara Surabaya adalah kota kedua terbesar di Jawa setelah Jakarta, baik dari sisi jumlah penduduk ataupun konsumsi dan permintaannya. Daya beli masyarakat juga cukup tinggi untuk menerima produk sayur yang bermutu.