Kuasai Rahasia ‘Distance’ dan Presisi, Hubbie Thenufijaya Dedikasikan Diri Cetak Pegolf Muda Berkualitas
Teegolf.id, SURABAYA – Bagi Hubbie Thenufijaya Untung, golf bukan sekadar permainan memukul bola ke dalam hole, melainkan sebuah perjalanan panjang menaklukkan diri sendiri. Mengawali langkah di lapangan hijau sejak usia delapan tahun, kini sosok yang telah berkecimpung selama dua dekade di dunia golf tersebut mendedikasikan dirinya sebagai Coach di LeGrande Golf Academy, Surabaya Timur. Transisi dari seorang pemain menjadi pelatih merupakan panggilan hati yang lahir dari kegemarannya berbagi ilmu dan pemahaman mendalam atas karakter olahraga yang dinamis ini.
Kisah Hubbie (sapaan akrabnya) dimulai saat duduk di bangku kelas 3 SD. Berbeda dengan banyak golfer yang lahir dari keluarga pegolf, Hubbie justru menjadi pionir di keluarganya yang sama sekali tidak memiliki latar belakang olahraga tersebut. Perkenalan pertamanya terjadi di lapangan Brawijaya atas ajakan kolega orang tuanya. “Satu bulan belajar golf, saya langsung berani turun lapangan di Ciputra. Sejak saat itu, saya merasa jatuh cinta dengan olahraga ini karena tingkat kesulitannya yang menantang,” kenang Hubbie.

Baginya, ketidakkonsistenan performa golf di mana hari ini bisa bermain bagus dan esoknya menurun menjadi candu yang membuatnya terus merasa penasaran. Sepanjang masa remaja, Hubbie terus mengasah kemampuannya meski sempat berpindah-pindah kota. Saat duduk di bangku SMP di Pati, Jawa Tengah, ia rutin menempuh perjalanan dua minggu sekali ke Semarang hanya untuk berlatih di Lapangan Gombel.
Dedikasinya membuahkan hasil saat ia kembali ke Surabaya dan sempat meraih beasiswa di akademi golf Graha Famili. Di masa-masa tersebut, Hubbie dikenal sebagai pemain yang sangat terobsesi dengan distance atau jarak pukul jauh. Ia selalu tertantang untuk melampaui batas jarak rata-rata pemain lainnya, sebuah ambisi yang belakangan ia sadari sempat membuatnya mengabaikan detail teknis lainnya.
Baca Juga : Perkuat Jejaring Bisnis dan Kolaborasi Antar Alumni, UK Petra Gelar Petranesian Community Golf Day
Titik balik kedewasaan permainannya justru terjadi saat ia mulai terjun ke dunia kepelatihan pada tahun 2022. Hubbie menyadari bahwa untuk mencapai kestabilan, ia harus menyeimbangkan kekuatan pukulan (power) dengan presisi dan permainan pendek (short game).
“Saya baru merasa benar-benar stabil justru saat mulai mengajar. Di sana saya mulai membongkar rahasia bahwa jarak bukanlah segalanya jika kita melupakan detail seperti arah club face,” jelasnya. Kini, ia bahkan mulai mendalami disiplin long drive dan rutin melakukan latihan fisik di gym demi mencapai kecepatan ayunan hingga 140-150 mph tanpa kehilangan kontrol.

Di LeGrande Golf Academy, Hubbie bersama timnya, fokus mengembangkan bakat-bakat muda melalui pendekatan yang personal. Ia meyakini bahwa kunci utama bagi pemula, terutama anak-anak, adalah membangun rasa cinta terhadap golf terlebih dahulu. Hubbie juga aktif menjalin kolaborasi dengan institusi pendidikan, salah satunya melalui program ekstrakurikuler. Dalam setiap sesi kepelatihannya, ia menekankan pentingnya “kepekaan diri” bagi setiap pegolf untuk merasakan setiap sentuhan club face pada bola, karena menurutnya, akurasi adalah kelemahan yang paling sering ditemui di lapangan.
Lebih dari sekadar teknik, Hubbie memandang golf sebagai cermin karakter seseorang. Kejujuran, ketenangan, hingga kedisiplinan seseorang dapat terbaca melalui cara mereka menghadapi tekanan di setiap hole. Hubbie berambisi membawa akademinya menjadi pusat pengembangan pegolf muda yang tidak hanya mengejar kuantitas, tetapi kualitas dan integritas. Baginya, setiap ayunan adalah kesempatan untuk terus belajar tanpa batasan, membuktikan bahwa golf adalah investasi mental dan fisik yang tak lekang oleh waktu. (kar)