Kisah Perjuangan Juan Postigo Sang Golfer Disabilitas yang Sukses Menggapai Mimpinya

Published on January 9, 2024

Juan Postigo mampu membuktikan bahwa ia bisa berprestasi di lapangan hijau (cr : edga golf)

Meski dalam keterbatasan, Juan Postigo mampu membuktikan bahwa ia bisa berprestasi di lapangan hijau. Pegolf berkaki satu ini terus menerobos stereotipe yang ada bahwa seorang disabilitas penuh dengan keterbatasan.

Postigo lahir tanpa kaki kanannya, pria asal Spanyol tersebut mengatakan jika ia telah menerima dirinya seutuhnya. Pastigo mengenal golf sejak usia 11 atau 12 tahun dari Sang Kakek.

“Kenapa saya sangat menyukai golf karena hanya olahraga ini yang bisa saya mainkan bersama Kakek dan menghabiskan waktu bersama,” jelasnya.

Progresnya dalam bermain golf terbilang sangat pesat, Ditahun pertema ia mendapat handicap 36, kemudian turun menjadi 18 dalam satu tahun, lalu menjadi sembilan pada tahun berikutnya, lalu menjadi empat dan kemudian menjadi scratch.

“Saya sangat menikmati berlatih, saya senang berada di sekitar lapangan golf. Saya suka melakukan hal ini dan inilah mengapa saya berusaha keras melakukannya dan itulah mengapa level saya saat ini begitu cepat dan bagus,” tambahnya.

Postigo saat di lapangan hijau

Postigo sendiri memulai bermain golf dengan prostetik di kaki kanannya dan pada satu momen dimana ia harus memutuskan bahwa ia tidak dapat menggunakannya lagi.

“Saya belajar dengan melihat. Jadi, menurut saya itu wajar, kami harus melakukan beberapa upaya untuk memperkuat tubuh agar bisa memukul lebih jauh dan menjadi lebih stabil. Meskipun mekanisme ayunannya belum terlalu banyak menyentuh, ayunannya sangat alami, jadi kami hanya mengerjakan hal-hal kecil dengan pelatih saya sekarang. Ketika saya perlu mencari nomor tertentu, saya mungkin menggunakan trackman atau teknologi lainnya,” tandasnya kembali.

Iapun mengungkapkan bagaimana ia telah mengatasi tantangan yang datang bersama disabilitasnya, termasuk orang-orang yang menilai dirinya ketika ia mulai melangkah ke lapangan golf. Hingga membuat semua orang di sana terpana karena kehebatannya dalam melempar bola lebih jauh dari semua orang dalam kelompok bermainnya, dilansir dari Golfmagic.

Postigo mengatakan bahwa ia terinspirasi dari pahlawannya, Seve Ballesteros, serta golf juga telah membantunya dalam kehidupan pribadinya.

“Ini memberi saya banyak kebebasan. Karena orang tua saya, sebelum saya mulai bermain golf, tidak mengizinkan saya melakukan banyak hal sendirian. Jadi
ketika saya menemukan golf, saya menemukan bahwa saya bisa sendirian di tempat yang aman,” kata Postigo.

Video Postigo saat bermain golf pun beredar di publik serta mendapatkan reaksi fantastis dari penggemar golf juga para pemain Tur Eropa seperti Eddie Pepperell. Eddie mengomentari ayunan mulus yang diberikan oleh Postigo: “Itu sangat murni, luar biasa” komentarnya.

“Terkadang satu-satunya hal dalam hidup yang menghentikan Anda adalah diri Anda sendiri, betapa inspiratifnya ini untuk ditonton,” komentar dari seorang penggemar golf. (SA-1)