Kisah Perjuangan Alvi Novita, Atlet Golf Wanita Satu – satunya di Jawa Timur
Alvi Novita, atlet golf wanita satu- satunya di Jawa Timur (cr : dokpri)
Peluh keringat yang bercucuran, derai air mata yang jatuh, seakan menjadi saksi bisu perjuangan seorang Alvi Novita berjibaku dalam menggapai cita-citanya sebagai seorang atlet golf. Tak mudah memang, namun Novi (sapaan akrabnya) yakin bahwa dengan dedikasi dan loyalitas serta restu kedua orang tua yang telah berpulang dapat mengantarkannya sebagai Atlet golf perempuan berprestasi kebanggaan Indonesia.
Novi sendiri mengenal golf sedari kecil, tumbuh di lingkungan golf mau tidak mau memaksanya untuk menggeluti golf. Apakah dia menyukai golf? Bisa ya bisa tidak. Wanita kelahiran 26 November ini menuturkan bahwa golf memang sangat menyenangkan tapi kadang ia merasa lelah karena pertemanannya menjadi terbatas hanya di lingkungan golf semata. Namun Novi tak ingin bersedih, ia tetap belajar golf dengan tekun tanpa merasa terbebani.
“Golf itu olahraga yang sangat seru, lebih menyenangkan dari mata pelajaran apapun. Itu sebabnya saya senang dengan olahraga ini. Tapi karena waktu itu masih kecil, jadi masih suka labil antara ruang pertemanan yang terbatas atau tetap fokus belajar golf,” terangnya.
Disamping itu, menurut Novi ia merasa pintar jika bermain golf. Ada banyak tantangan yang harus dipecahkan dalam olahraga ini. Pemain dituntut untuk merancang strategi yang mumpuni agar dapat memcahkan berbagai permasalahan dari satu hole ke hole lainnya.
Turnamen demi turnamenpun ia ikuti untuk melatih kemampuannya, baik di tingkat lokal maupun nasional. Menang dan kalah adalah hal biasa bagi Novi. Namun lewat keteguhannya tersebut ia berhasil membawa pulang puluhan trophy atas keberhasilannya menaklukan lapangan hijau. Melalui hal tersebutlah yang mengantarkan Novi menjadi atlet golf perempuan kebanggaan Jawa Timur seperti saat ini.
Sayangnya, pada PON tahun 2024 hanya Novi yang berhasil lolos babak kualifikasi, hal ini membuatnya terpaksa membela Jawa Timur seorang diri dan hanya untuk kelas individu saja. Kendati demikian, Novi tak ingin bersedih dia bertekad untuk terus memberikan yang terbaik agar dapat mengharumkan nama Jawa Timur di kancah pergolfan nasional.
Berbagai persiapan terus dilakukannya. Satu diantaranya dengan terus berlatih dan mengikuti turnamen. Dukunganpun diberikan berbagai pihak diantaranya oleh Mayjen TNI, Farid Makruf yang kala itu masih menjadi Panglima Kodam V/Brawijaya.
“ Terima kasih kepada Bapak Mayjen TNI, Farid Makruf atas dukungan yang diberikan. Berkat beliaulah saya bisa mengikuti beberapa turnamen untuk lebih mengasah kemampuan saya,” ujar Novi saat ditemui tim Teegolf.id.
Menyoroti minimnya atlet yang lolos kualifikasi, Alvipun sangat menyayangkan. Menurutnya ada beberapa faktor yang harus diperhatikan oleh semua pihak terkait. Diantaranya yaitu masih belum maksimal perhatian yang diberikan.
“Minimnya regenerasi untuk para junior golf bisa dipengaruhi beberapa faktor antara lain kurang adanya club golf sebagai wadah pembibitan. Hal ini sangat berbeda seperti di Jakarta dimana setiap lapangan golf mempunyai club golf sendiri untuk pembibitan. Disamping itu, kesulitan untuk mendapatkan coach juga memiliki banyak murid sehingga membuat tidak fokus pada satu orang saja. Selain itu, turnamen untuk atlet amatir juga sangat minim,” terangnya.
Kedepan, Novipun akan terus berusaha memberikan yang terbaik khususnya bagi Surabaya dan Jawa Timur dan membawa pulang emas di PON XXI/PON ACEH-SUMUT 2024. Dengan persiapan yang terus ia lakukan, Novipun percaya bahwa hal tersebut dapat terwujud. Untuk itu ia memohon dukungan dan doa dari semua pihak.