Kejurnas Golf Amatir 2025 Usung Tantangan Baru: Bukit, Teknologi, dan Seleksi Timnas

Published on May 6, 2025

Teegolf.id, Jakarta – Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Golf Amatir Indonesia 2025 resmi dimulai hari ini di Sentul Highlands Golf Club dengan menghadirkan wajah baru dari turnamen bergengsi ini: tantangan teknis yang lebih tinggi dan integrasi teknologi skor digital yang lebih matang.

Setelah tahun lalu berlangsung di lapangan datar, edisi 2025 sengaja digelar di Sentul yang berbukit untuk menguji daya tahan fisik, strategi permainan, hingga mental para pegolf amatir. Tak hanya itu, seluruh peserta juga wajib berjalan kaki selama turnamen, meningkatkan tuntutan stamina sepanjang kompetisi yang akan berlangsung dari 6 hingga 8 Mei.

“Tahun ini kami sengaja memilih lokasi yang lebih menantang agar menjadi tolok ukur baru bagi kualitas pegolf amatir Indonesia. Lebih dari sekadar bertanding, ini adalah panggung bagi mereka yang ingin masuk ke radar tim nasional,” ujar Rinaldy Macellak, Ketua Panitia Kejurnas, saat pembukaan pada 5 Mei.

Sebanyak 52 pegolf — terdiri dari 40 putra dan 12 putri — dari 13 Pengprov ikut ambil bagian. Provinsi seperti DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Kalimantan Timur mengirimkan atlet-atlet terbaik mereka, termasuk nama-nama nasional seperti Amadeus Christian Susanto, Kenneth Henson Sutianto, dan Gemilau Joanne Putri.

Baca Juga : Abigail dan Kenneth Raih Gelar Juara Umum di Kejurnas Golf Junior Indonesia 2025

Kejurnas tahun ini juga menandai kelanjutan dari upaya digitalisasi oleh PB PGI. Teknologi pencatatan skor elektronik kembali digunakan, memungkinkan hasil yang lebih cepat, akurat, dan minim kesalahan. Langkah ini diharapkan menjadi standar baru dalam turnamen-turnamen resmi di Tanah Air.

“Ini bukan sekadar turnamen, ini adalah top of major event-nya PB PGI,” jelas Adi Saksono, Ketua Bidang Kejuaraan dan Prestasi PB PGI. Ia juga menegaskan pentingnya sportivitas dan semangat kompetitif meski jumlah peserta terbatas.

Selain menjadi ajang seleksi atlet nasional, Kejurnas ini juga memperkuat fungsi turnamen sebagai wadah silaturahmi antar daerah serta pembuktian konsistensi program pembinaan di masing-masing Pengprov.