Ingin Bermain Golf Minggu Ini, Waspadai Panas Ekstrem 36-38 Derajat Celcius

Published on October 28, 2024

Surabaya – Surabaya diperkirakan cerah berawan pada minggu ini dengan suhu siang mencapai 36°C. Panas ekstrem ini didorong oleh posisi matahari masih di atas wilayah Jawa Timur, membuat suhu terasa lebih terik. BMKG mengingatkan warga dihimbau menghindari paparan sinar matahari langsung, sebab indeks UV diprediksi sangat tinggi.

Pada malam hari, suhu akan turun ke 26°C dengan kelembapan 46-84%, sementara angin bertiup dari timur hingga tenggara dengan kecepatan 22 km/jam.

Meski sempat turun hujan ringan, Jawa Timur masih dalam masa kemarau, dan hujan lebat baru diperkirakan mulai pertengahan November. Selama pancaroba, BMKG memperingatkan potensi hujan sporadis dan angin kencang yang dapat menyebabkan genangan di beberapa titik.

Warga diimbau waspada terhadap cuaca tidak menentu ini, selalu sedia payung dan jas hujan, serta menjaga kesehatan dengan cukup minum air dan mengonsumsi vitamin untuk menghindari dehidrasi di siang hari.

Berdasarkan analisis tim meteorologi BMKG hingga Senin (28/10/2024) siang, suhu tertinggi tercatat di Larantuka, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, dengan angka mencapai 38,4 derajat Celsius.

 

Dilansir dari Antara, Miming Ketua Tim Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca Fenomena Khusus BMKG menyatakan, suhu di atas 37 derajat Celsius terdeteksi di beberapa wilayah, termasuk Majalengka di Jawa Barat, Semarang di Jawa Tengah, dan Bima di Nusa Tenggara Barat, yang telah berlangsung selama 24 jam terakhir.

Di samping itu, suhu maksimum antara 35,4 hingga 36,4 derajat Celsius juga melanda Kota Lampung, Bulungan di Kalimantan Utara, Sikka di Nusa Tenggara Timur, Sidoarjo di Jawa Timur, Pekanbaru di Riau, dan Palembang di Sumatera Selatan.

Sementara itu, suhu lebih dari 34,6 hingga 34,9 derajat Celsius terpantau di sebagian besar wilayah Jakarta dan Banten, serta daerah lain di Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Tengah.

Kondisi tersebut dipengaruhi oleh minimnya tutupan awan dan posisi matahari yang berada di atas khatulistiwa. Namun, BMKG memastikan bahwa suhu ini masih dalam kategori normal dan tidak memengaruhi perubahan musim di Indonesia.