IBNU SUTOWO, BAPAK GOLF INDONESIA YANG MEMBANGUN MIMPI DI ATAS RUMPUT HIJAU

Published on September 4, 2025

Ibnu Sutowo, Foto : Wikipedia

Teegolf.id, Surabaya – Di antara lanskap pegunungan berkabut di Bali Utara, berdiri sebuah lapangan golf bersejarah Handara Golf & Resort Bali. Tidak hanya menjadi destinasi kelas dunia, Handara juga menyimpan jejak visi besar seorang tokoh nasional Ibnu Sutowo, yang dikenang sebagai Bapak Golf Indonesia.

Ibnu Sutowo adalah sosok militer dan birokrat yang pernah memimpin Pertamina, perusahaan energi negara, pada masa keemasannya. Namun, di luar ruang rapat dan ladang minyak, ia memiliki visi yang lebih luas membangun Indonesia melalui olahraga, salah satunya golf.

Pada dekade 1970-an, ketika golf masih dianggap olahraga kaum elite asing, Ibnu Sutowo justru melihat potensi besarnya bagi diplomasi, pariwisata, dan pengembangan karakter. Ia ingin Indonesia memiliki fasilitas golf berkelas dunia, yang bisa menjadi pusat pertemuan antarbangsa dan sekaligus membuka akses bagi masyarakat Indonesia.

Di bawah gagasan dan dukungan langsung dari Ibnu Sutowo, Handara Golf & Resort Bali mulai dibangun pada awal 1970-an di kawasan Bedugul, Bali. Lokasinya dipilih dengan cermat di ketinggian lebih dari 1.000 meter di atas permukaan laut, dikelilingi hutan tropis dan danau yang indah.

Ibnu Sutowo menggandeng arsitek golf terkenal dunia, Peter Thomson (juara British Open lima kali), untuk merancang lapangan tersebut. Hasilnya luar biasa pada tahun 1979, Handara masuk dalam 50 besar lapangan golf terbaik dunia versi Golf Magazine sebuah pencapaian monumental bagi Indonesia saat itu.

Handara bukan hanya soal olahraga, tapi juga bagian dari diplomasi pariwisata Indonesia, mempertemukan tokoh-tokoh penting dunia dalam suasana nonformal yang bersahabat.

Baca Juga : Inilah Wanita Pertama yang Bermain Golf

Pertamina pada masa itu turut terlibat dalam proyek-proyek strategis, termasuk sektor pariwisata. Pembangunan Handara adalah salah satu contohnya  sebuah investasi jangka panjang yang membawa nama Indonesia ke peta golf dunia.

Kini, meskipun nama Ibnu Sutowo kadang luput dari sorotan sejarah olahraga, pengaruhnya tetap hidup dalam dunia golf Indonesia. Banyak pegolf nasional dan tokoh pariwisata yang menyebut Handara sebagai tonggak penting dalam perkembangan olahraga ini.

Dengan suasana alami yang masih terjaga dan kualitas lapangan yang tetap prima, Handara menjadi warisan nyata dari visi besar Ibnu Sutowo menyatukan bangsa, membangun prestise, dan menjadikan Indonesia tuan rumah di halaman sendiri.(met)