Bagaimana Golf Masuk ke Indonesia? Ini Sejarahnya

Published on December 12, 2023

credit : istimewa

Menurut informasi yang berhasil dihimpun teegolf.id dari berbagai sumber sejarah, golf masuk pertama kali di Indonesia pada tahun 1872 pada penjajahan Hindia Belanda di Indonesia. Sembari melakukan aktivitasnnya, para colonial ini rupanya juga gemar melakukan olahraga golf. Dan Batavia Golf Club menjadi saksi biksu perkembangan golf di Indonesia.

Batavia Golf Club merupakan klub pertama yang didirikan di Hindia Belanda oleh Mr. A. Gray dan Mr. T.C Wilson. Saat itu jumlah anggotanya hanya ada 16 orang yang berasal dari Inggris. Lokasi awal lapangan golf pertama di Indonesia ini berada di Jakarta, tepatnya di kawasan Gambir yang dahulu bernama Koningsplein.

Bukti bahwa permainan golf berada di Koningsplein tercatat dalam literatur dari The Annual Golfing volume 13, catatan A. Gray, Presiden pertama perkumpulan Batavia Golf Club yang mengatakan bahwa lapangan dengan jumlah sembilan hole yang bervariasi dari 210-450 yard, 36 par adalah di King’s Park.

King’s Park merupakan istilah Inggris untuk Koningsplein. Ini menjadi fakta yang membuktikan bahwa Batavia Golf Club sebagai sebuah klub telah berdiri sejak tahun 1872 dengan lapangan golfnya berada di Gambir atau Koningsplein.

Batavia Golf Club merupakan klub pertama yang didirikan di Hindia Belanda oleh Mr. A. Gray dan Mr. T.C Wilson

Saat masih di Koningsplein, Batavia Golf Klub sempat vakum selama 20 tahun. Masa ini ditandai dengan tidak adanya pengurus atau presiden klub serta tidak adanya pertandingan-pertandingan.

Ini menyiratkan aktifitas klub secara resmi tidak ada, namun kegiatan bermain dan berkumpul para anggota Batavia Golf Klub tetap berjalan. Pada Agustus 1894, dalam rapat yang diadakan di rumah seorang konsulat Inggris, Mr. K.A Stevens, Batavia Golf Klub kembali bangkit.

Kala itu segala sesuatunya ditata dengan baik hanya dalam waktu 10 hari, jumlah anggota meningkat menjadi 32 orang dan Mr. S.R Lankester dipilih menjadi presiden perkumpulan. Perkembangan Batavia yang pesat menuntut perluasan daerah. Batavia Golf Klub kemudian seiring dengan perkembangan kota Batavia, mulai berpindah tempat.

Pada 1911, Batavia Golf Klub pindah ke daerah Bukit Duri, Jakarta dan kemudian pindah lagi ke daerah Rawamangun sejak 1937 hingga saat ini. Demi menjadikan Batavia Golf Klub sebagai klub resmi yang diakui pemerintah Hindia Belanda saat itu, pengurus Batavia Golf Klub menyusun Anggaran Dasar Perkumpulan yang disahkan oleh Pemerintah Hindia Belanda pada 16 September 1932.

Dalam pasal 1 Anggaran Dasar dinyatakan perkumpulan didirikan untuk waktu yang tidak terbatas dan terhitung sejak 28 Agustus 1932. Jadi, pada 28 Agustus 1932 merupakan tanggal resmi berdirinya Perkumpulan Batavia Golf Klub.

Pada 27 Februari 1937, lapangan baru milik Batavia Golf Klub dengan jumlah 18 hole dan sekaligus club house-nya diresmikan di lokasi baru, yaitu daerah Rawamangun-Jakarta.

Ketika datang pada 1942 dan mulai menguasai Indonesia, pemerintah Jepang pada saat itu mengganti semua istilah Belanda dengan istilah lokal. Maka sejak saat itu Batavia Golf Club berganti nama menjadi Djakarta Golf Klub.

Seiring dengan banyaknya warga Indonesia yang menjadi anggota perkumpulan, kepengurusannya tidak lagi didominasi warga asal Eropa. Puncaknya pada 1959, Mr. Senu Abdul Rahman menjadi presiden perkumpulan. Sedangkan orang Indonesia pertama yang menjadi presiden perkumpulan adalah E. Martadinata pada 1960.

Jejak lokasi sejarah yang dapat ditelusuri mengenai Jakarta Golf Klub, mulai dari kawasan Gambir pindah ke Bukit Duri, hingga akhirnya menetap di Rawamangun merupakan bukti keberadaannya sejak 1872 hingga saat ini.

Itu rangkaian masa yang tak terpisahkan dengan sejarah Jakarta, yang mana hal tersebut menjadi tonggak sejarah olahraga golf di Indonesia. Demikian sejarah olahraga golf di Indonesia yang perlu diketahui para Tee Golfers.(VK-1)