AI dalam Industri Olahraga, Merugikan atau Menguntungkan?

Published on December 9, 2023

Credit : Istimewa

Di industri olahraga, artificial intelligence dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, seperti analisis pasca pertandingan (post-game analysis), aktivitas saat pertandingan, dan meningkatkan pengalaman fans.

 

AI juga kemudian digunakan untuk meningkatkan performa para atlet. Aplikasi, seperti HomeCourt, ESPN Player, dan MaxOne (M1) AI SmartCoach memanfaatkan computer vision dan machine learning untuk menilai kemampuan para atlet

 

Selanjutnya para atlet dapat meningkatkan kemampuannya berdasarkan insight yang disajikan aplikasi tersebut.

 

Data dari Allied Market Research menyebutkan, nilai AI di pasar olahraga dunia mencapai US$1,4 miliar pada tahun 2020, dan diproyeksikan mencapai US$19,2 miliar pada tahun 2030 dengan pertumbuhan CAGR 30,3% dari tahun 2021 sampai dengan 2030.

 

Merebaknya pandemi COVID-19 awalnya diperkirakan akan menyurutkan langkah adopsi AI di industri ini karena banyak tempat olahraga harus ditutup. Namun kenyataan yang terjadi justru sebaliknya.

 

Pandemi dipandang berdampak positif terhadap pemanfaatan AI di industri olahraga. Pembatasan sosial akibat COVID-19 mendorong para pengelola stadion untuk mengadopsi solusi-solusi teknologi, termasuk yang berbasis AI, untuk menghadirkan pertandingan secara virtual.

 

Perangkat yang ditenagai AI juga memungkinkan streaming pertandingan olahraga secara real time tanpa kehadiran operator kamera.

 

AI saat ini juga dimanfaatkan dalam proses uji fisik para atlet. AI bertugas menganalisis berbagai variabel kesehatan dan gerakan atlet untuk menilai kebugaran, bahkan mendeteksi dini tanda-tanda adanya kelelahan atau cedera akibat stres.

 

Teknologi wearable kian populer di industri olahraga karena dapat melacak pergerakan dan karakteristik fisik para atlet saat berlatih, dan memantau kesehatan tim secara keseluruhan.

 

AI secara terus-menerus akan memantau data stream yang berasal dari perangkat wearable untuk menemukan sekiranya ada sinyal-sinyal peringatan yang mungkin mengindikasikan atlet terjangkit penyakit musculoskeletal atau kardiovaskular.

 

Pasalnya, klub-klub olahraga harus menjaga aset terpentingnya, yaitu para atlet, agar senantiasa berada dalam kondisi puncak selama musim pertandingan. Sejauh ini penerapan AI di industri olahraga sangat bermanfaat untuk mengukur performa atlet. (MP-1)