Meriahkan Dies Natalis ke 66 ITS, Jotosen Metafora 2026 Tantang Pegolf di Tiga Lapangan Surabaya
Teegolf.id, SURABAYA – Memeriahkan Dies Natalis ke-66 Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Persatuan Golf Alumni ITS (PGA ITS) kembali menggelar Jotosen Metafora Golf Tournament 2026. Turnamen yang berlangsung pada 4-8 November 2026 ini menghadirkan tantangan berbeda melalui format kompetisi 36 hole di tiga lapangan golf Surabaya dan diikuti 540 pegolf dari berbagai daerah di Indonesia.
Ketiga lapangan tersebut adalah Bukit Darmo Golf, Golf Graha Famili, dan Ciputra Golf. Format pertandingan ini dirancang untuk menguji kemampuan, strategi, serta konsistensi peserta dalam menghadapi karakteristik lapangan yang berbeda.

Rangkaian kegiatan diawali Junior-Amateur Golf Tournament sekaligus penilaian Suroboyo Wani Series #4 pada 4-6 November di Golf Graha Famili. Selanjutnya, kategori amatir berlangsung pada 7-8 November. Pada 7 November, peserta memainkan sembilan hole di Bukit Darmo Golf dan sembilan hole di Golf Graha Famili, kemudian melanjutkan 18 hole di Ciputra Golf pada 8 November. Pertandingan dimulai pukul 06.30 WIB dengan sistem shotgun tee off.
Antusiasme turnamen ini juga terlihat dari kehadiran 13 rektor perguruan tinggi Indonesia, di antaranya dari ITS, Universitas Airlangga, Universitas Indonesia, Universitas Brawijaya, dan Universitas Gadjah Mada. Keterlibatan para pimpinan perguruan tinggi tersebut menjadi momentum mempererat jejaring dan kolaborasi lintas institusi.
Ketua PGA ITS Jatim sekaligus Ketua Panitia Jotosen Metafora Golf Tournament 2026, Totok Dwi Hariyono, mengatakan turnamen ini tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga memiliki komitmen terhadap pembinaan atlet golf muda.
“Jotosen memiliki komitmen untuk melakukan regenerasi atlet-atlet junior yang sudah disiapkan secara berjenjang. Harapannya, kompetisi ini menjadi ruang pembinaan bagi atlet potensial, menambah pengalaman bertanding, dan mencetak pegolf berprestasi di tingkat nasional,” ujar pria yang akrab disapa TDH tersebut.
Komitmen pembinaan itu diwujudkan melalui Suroboyo Wani Series #4 yang menjadi bagian dari persiapan menuju Porprov Jawa Timur 2027 dan PON XXII 2028. Kompetisi junior tersebut juga telah terdaftar dalam World Amateur Golf Ranking (WAGR).
Sejumlah pegolf junior potensial, seperti Jevan Lucius Ludy, Farel Aris Djafar Ginting, Broklyn Troy Laksono, dan Alaric Akbar Zubair, turut ambil bagian. Menariknya, kategori junior tahun ini juga diikuti pegolf dari UKM Golf ITS yang sebelumnya berprestasi pada Porprov Jawa Timur 2025 dan diproyeksikan menjadi kandidat atlet andalan Jawa Timur pada PON XXII 2028 di NTB dan NTT.
Dari sisi kompetisi, Jotosen Metafora 2026 menghadirkan 93 kategori kejuaraan, meliputi kategori umum, senior, ladies, pertandingan 18 hole dan 36 hole, kompetisi ant alumni perguruan tinggi, ant jurusan ITS, hingga Best of the Best.
Baca Juga : Dua Lapangan Satu Semangat, MGM Jotosen 2025 Tandai Dies Natalis ITS ke-65
Turnamen ini juga menawarkan hadiah Hole in One dengan nilai total lebih dari Rp5,1 miliar, termasuk dua unit mobil BMW, emas, dan uang tunai. Selain itu, tersedia Super Grand Prize senilai Rp121 juta, Grand Prize Rp101 juta, serta sepeda motor di masing-masing lapangan senilai Rp14 juta. Total hadiah dan doorprize yang disiapkan panitia mencapai lebih dari Rp500 juta, di luar hadiah Hole in One.

Untuk memudahkan peserta mengikuti perkembangan kompetisi, panitia yang didukung Albatross Organizer juga menyediakan layanan live score pada 7 dan 8 November sehingga perolehan skor dapat dipantau secara real-time.
Memasuki penyelenggaraan tahun kelima, Jotosen Metafora menjadi kelanjutan perjalanan turnamen golf yang telah menjadi bagian dari Dies Natalis ITS sejak 2022. Setelah mengusung tema Conquer (2022), The Biggest (2023), Spectacular (2024), dan Marathon (2025), tahun ini Metafora dipilih sebagai simbol inovasi dan keberlanjutan.
Melalui turnamen ini, ITS dan PGA ITS berharap olahraga golf dapat menjadi ruang kolaborasi, mempererat silaturahmi alumni dan mitra industri, sekaligus melahirkan atlet-atlet muda berprestasi yang mampu mengharumkan nama Jawa Timur dan Indonesia.(Kar)