Fadhlan Azzam dan Park Suyol Rebut Gelar Juara Jasa Keuangan Cup 2026

Published on November 2, 2026

(Ki-ka) Direktur Manajemen Risiko, Legal, Kepatuhan dan Umum PT Pegadaian Persero Ismail Ilyas, Park Suyol, Fadhlan Azzam Atmajah, Ketua Umum IJG Denny Uneputty, Direktur Pertandingan Eddy Putra.

Teegolf.id, JAKARTA – Pegolf muda Indonesia, Fadhlan Azzam Atmajah, dan atlet asal Korea Selatan, Park Suyol, berhasil keluar sebagai juara dalam kejuaraan golf junior internasional Jasa Keuangan Cup 2026. Turnamen yang berlangsung di Royale Jakarta Golf Club pada 29–30 Oktober tersebut diikuti 136 peserta dari sejumlah negara, termasuk Korea Selatan, Australia, Malaysia, dan Filipina.

Ketua Bidang Pertandingan Jasa Keuangan Cup, Sammy Lalamentik, mengatakan penyelenggaraan edisi keempat ini menjadi salah satu upaya mendorong pembinaan atlet golf junior melalui kompetisi dengan standar persaingan internasional. Turnamen tersebut juga merupakan bagian dari program daur ulang (recycling program) industri jasa keuangan untuk mendukung kegiatan olahraga masyarakat.

“Kehadiran para peserta regional ini bisa menciptakan level kompetisi yang tinggi dan dari sini kita harapkan memperoleh bibit-bibit unggul yang nantinya bisa terus melanjutkan prestasi golf di tingkat yang lebih tinggi lagi,” kata Sammy dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu.

Apresiasi terhadap tingginya partisipasi peserta juga disampaikan Ketua Umum Jasa Keuangan Cup sekaligus Direktur Manajemen Risiko, Legal, Kepatuhan dan Umum PT Pegadaian (Persero), Ismail Ilyas. Menurutnya, keikutsertaan atlet dari berbagai negara menjadi indikasi positif bahwa pembinaan golf junior di Indonesia semakin mendapat perhatian di tingkat internasional.

“Kemenangan memang menjadi tujuan dalam sebuah kompetisi, tetapi keberanian untuk bertanding, semangat untuk terus belajar, dan kemampuan untuk bangkit adalah kemenangan yang sangat berarti,” tutur Ismail.

Di sektor putra, Fadhlan Azzam Atmajah tampil impresif dengan menjaga konsistensi permainan sepanjang tiga putaran. Ia mengawali kompetisi dengan skor 70 pada putaran pertama, kemudian meningkatkan performanya melalui catatan 69 pada putaran kedua. Puncaknya, Fadhlan menutup turnamen dengan skor 66 atau enam pukulan di bawah par (under par).

Dengan total performa tersebut, Fadhlan berhasil mengamankan gelar juara sekaligus unggul empat pukulan dari pegolf Korea Selatan, Lee Seungyu. Hasil itu menjadi pencapaian istimewa bagi Fadhlan karena merupakan catatan skor terbaiknya selama tiga putaran kompetisi.

Baca Juga : Taklukkan Cuaca Terik Surabaya, Deretan Pegolf Muda Sabet Gelar Juara Seri Terakhir IJG Premier League 6

Fadhlan mengungkapkan bahwa kedisiplinan menjaga stamina dan kemampuan mempertahankan fokus terhadap strategi permainan sendiri menjadi faktor penting di balik keberhasilannya. Ia memilih tidak terpengaruh oleh pencapaian para pesaing dan berupaya menjalankan rencana permainan secara konsisten.

“Pasti rasanya senang, alhamdulillah bisa main dengan hasil maksimal sehingga kerja keras saya selama ini bisa terbayarkan. Ini skor tiga putaran terbaik yang pernah saya catatkan,” ujar Fadhlan.

Sementara itu, di kategori lainnya, Park Suyol dari Korea Selatan berhasil mengamankan posisi teratas setelah mengungguli pegolf Australia, Halia Edwards. Park mencatatkan total skor 218 atau dua pukulan di atas par (over par), setelah membukukan skor 73 dan 75 dalam dua putaran awal.

Kemenangan tersebut menjadi tonggak penting dalam perjalanan karier Park karena merupakan gelar internasional pertama yang berhasil diraihnya. Ia pun mengaku bangga dengan performanya sepanjang turnamen.

“Saya juga sangat senang dengan permainan saya. Kemenangan ini sangat istimewa karena merupakan kemenangan internasional pertama bagi saya,” ucap Park.

Di sektor putri, pegolf Indonesia, Amira Ajda Khairunnisa Permadi, menjadi wakil tuan rumah dengan hasil terbaik. Ia menempati peringkat keempat setelah mencatatkan skor 75 pada putaran terakhir. Amira berada tepat di bawah pegolf Australia, Saehi Suh, yang menempati posisi ketiga dengan total skor 226.

Penyelenggaraan Jasa Keuangan Cup 2026 juga memiliki makna tersendiri karena bertepatan dengan satu dekade perjalanan Indonesian Junior Golf (IJG). Dalam momentum tersebut, Ketua Umum IJG, Denny Uneputty, menjelaskan bahwa organisasinya terus memperluas jaringan internasional melalui penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) dengan sejumlah perwakilan dari Filipina, Australia, dan Korea Selatan.

Selain memperkuat kerja sama internasional, IJG turut berkomitmen memperluas akses pendidikan bagi para atlet junior melalui kolaborasi dengan lembaga pemerintah. Salah satu langkah konkretnya adalah peluncuran program Beasiswa Belajar Golf 2027 yang ditujukan bagi 36 pegolf pemula.

Denny juga menyampaikan bahwa hingga saat ini terdapat 11 turnamen IJG yang telah memperoleh pengakuan dari Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas). Pengakuan tersebut memberikan nilai tambah bagi para atlet peserta dalam mengembangkan prestasi sekaligus membuka peluang pendidikan di sekolah-sekolah favorit di Indonesia.

“Sudah 11 turnamen yang mendapat pengakuan dari Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) sehingga memastikan anak-anak yang ikut turnamen IJG punya hak istimewa (privilege) masuk ke sekolah-sekolah favorit di Indonesia,” kata Denny.

Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Persatuan Golf Indonesia (PB PGI), Suharsono, berharap kompetisi berkualitas seperti Jasa Keuangan Cup dapat terus diselenggarakan secara berkelanjutan. Menurutnya, ajang semacam ini memiliki peran strategis dalam membentuk kemampuan, mental bertanding, serta pengalaman internasional para pegolf muda Indonesia.

Melalui kompetisi yang melibatkan peserta lintas negara, pembinaan berkelanjutan, dan dukungan terhadap akses pendidikan, Jasa Keuangan Cup 2026 diharapkan mampu melahirkan generasi pegolf Indonesia yang kompetitif dan siap menembus panggung profesional dunia, termasuk Ladies Professional Golf Association (LPGA) maupun Professional Golfers’ Association (PGA).(eta)