Budiarsa Sastrawinata Terpilih Aklamasi sebagai Ketua Umum APLGI Periode 2026–2030
Teegolf.id, TANGERANG – Asosiasi Pemilik Lapangan Golf Indonesia (APLGI) resmi memasuki babak baru kepemimpinan setelah Budiarsa Sastrawinata terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum APLGI periode 2026–2030 dalam Rapat Umum Anggota Nasional (RUANAS) yang digelar di Damai Indah Golf BSD Course, Senin (18/5).
Budiarsa yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua I APLGI dipercaya melanjutkan kepemimpinan M. Tachril Sapi’ie yang telah menakhodai organisasi tersebut selama dua periode sejak 2018. Terpilihnya Budiarsa menandai komitmen APLGI untuk melanjutkan berbagai program pengembangan golf nasional sekaligus memperkuat peran organisasi dalam mendorong pertumbuhan industri golf di Indonesia.
Dalam sambutannya, Budiarsa menyampaikan apresiasi kepada kepengurusan sebelumnya yang dinilai berhasil membawa APLGI mencatat berbagai pencapaian penting selama delapan tahun terakhir.
“Kita patut berterima kasih kepada Pak Tachril yang sudah menahkodai APLGI selama delapan tahun. Kita lihat banyak prestasi yang dicapai dan itu akan kita lanjutkan. Sosialisasi olahraga golf menjadi prioritas utama APLGI ke depannya,” ujar Budiarsa.
Menurutnya, upaya memperluas pengenalan olahraga golf kepada masyarakat menjadi langkah strategis untuk meningkatkan jumlah partisipasi sekaligus memperkuat ekosistem golf nasional. Selain itu, peningkatan kualitas permainan golf Indonesia juga menjadi agenda penting dalam kepengurusan mendatang.
“Kita juga harus meningkatkan kualitas dari golf itu sendiri agar Indonesia bisa berkiprah dengan berprestasi di dunia internasional. Tentu peran para pemilik golf cukup besar untuk bisa membantu para atlet kita untuk meningkatkan permainannya,” katanya.
APLGI merupakan organisasi yang berdiri pada 19 Juli 1995 dan saat ini menaungi 58 lapangan golf yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Selama lebih dari tiga dekade, asosiasi tersebut berperan dalam mendorong peningkatan kualitas pembangunan dan pengelolaan lapangan golf, pengembangan standar pelayanan, peningkatan kompetensi manajemen, hingga menjadi forum berbagi pengalaman bagi para pelaku industri golf nasional.
Semangat perubahan dan optimisme mewarnai pelaksanaan RUANAS tahun ini yang mengusung tema “Pengurus Baru-Semangat Baru”. Tema tersebut mencerminkan harapan seluruh anggota agar kepengurusan baru mampu menghadirkan inovasi dan kolaborasi yang semakin memperkuat posisi industri golf Indonesia di tengah perkembangan olahraga dan pariwisata olahraga yang kian kompetitif.
Baca Juga : Apresiasi Loyalitas Pelanggan, Golf Armour Indonesia Sukses Gelar Turnamen Bestball Invitational 2026
Budiarsa sendiri dikenal memiliki rekam jejak panjang dalam pengembangan golf nasional. Selain menjabat sebagai Direktur PT Ciputra Development Tbk dan Direktur Utama PT Damai Indah Golf Tbk, ia juga merupakan salah satu pendiri sekaligus Ketua Dewan Pembina Ciputra Golfpreneur Foundation.
Melalui yayasan tersebut, Budiarsa aktif mendukung pembinaan atlet muda dan penyelenggaraan berbagai turnamen internasional, di antaranya Ciputra Golfpreneur Junior World Championship serta Ciputra Golfpreneur Tournament yang masuk dalam kalender Asian Development Tour. Pengalaman tersebut dinilai menjadi modal penting dalam memperkuat peran APLGI, baik dalam pembinaan atlet maupun pengembangan industri golf secara berkelanjutan.
Di bawah kepemimpinan M. Tachril Sapi’ie, APLGI juga mencatat sejumlah langkah progresif untuk memperluas jangkauan olahraga golf kepada masyarakat. Salah satu program yang mendapat perhatian adalah penyelenggaraan Indonesia Golf Festival 2025, yang menjadi festival golf pertama berskala nasional di Indonesia dan direncanakan kembali digelar pada Oktober 2026.
Dengan kepemimpinan baru, APLGI diharapkan mampu melanjutkan berbagai program strategis yang telah berjalan sekaligus menghadirkan terobosan baru untuk meningkatkan daya saing industri golf nasional. Para anggota organisasi menaruh harapan agar kolaborasi yang lebih kuat antara pemilik lapangan golf, pelaku industri, dan pemangku kepentingan dapat semakin mempercepat perkembangan golf Indonesia serta mendorong lahirnya prestasi di tingkat internasional. (kar)