Perjuangan Para Pegolf Indonesia Kandas pada Putaran Kedua Women’s Amateur Asia-Pacific

Published on February 13, 2026

Thea Jessica Tan Rd 2. Credit The R&A.jpg

Teegolf.id, Wellington – Langkah para pegolf Indonesia pada ajang Women’s Amateur Asia-Pacific (WAAP) akhirnya berakhir lebih awal setelah Bianca Naomi Amina Laksono, Thea Jessica Tan, Abigai Rhea Soeryo Wiharko, dan Gemilau Joanne Kurnia harus menyudahi perjuangan mereka pada putaran kedua.

­Bianca mencatatkan skor penampilan terbaik di antara rekan senegaranya dalam debutnya pada WAAP. Pegolf berusia 21 tahun ini mengumpulkan skor total 9-over 153, tiga stroke di bawah batas cut-off di Royal Wellington Golf Club, setelah bermain dengan skor 75. Abigail berusaha bangkit, namun hanya mampu mencatatkan skor 74, dengan Thea menorehkan skor 76 dan Gemilau bermain dengan skor 84.

”Dua hari terakhir memang sangat menantang buat saya,” ujar Bianca. ”Kemarin cuacanya panas, dan hari ini hujan, lalu berhenti, lalu hujan lagi sehingga saya mengalami kesulitan. Pukulan saya sebenarnya lebih bagus kemarin, hanya saja saya juga melakukan sejumlah kesalahan. Meski begitu, hari ini putting saya banyak membantu. Kalau bisa mendapat kesempatan lagi, saya pasti akan kembali dan bermain lebih baik lagi.”

Abigail, yang baru berusia 15 tahun, juga berharap bisa kembali mengikuti WAAP setelah melakoni debutnya pada kejuaraan amatir wanita paling bergengsi ini.

”Pelajaran terbesar buat saya pekan ini ialah betapa pentingnya untuk bermain sabar dan fokus pada apa yang ada di depan saya. Meskipun tidak berjalan sesuai harapan, saya belajar kalau konsistensi itu datang dari aspek mental, bukan teknik,” tutur Abigail.

”Putting saya hari ini sebenarnya sangat tajam, itu sebabnya saya bisa memanfaatkan banyak peluang serta menghindari banyak bogey.”

Sementara itu, pimpinan klasemen hari pertama Yang Yunseo asal Korea memperkuat posisinya setelah bermain solid dengan skor 67 dan mengumpulkan skor total 13-under. Adapun pegolf Korea lainnya Kim Gyubeen (65) berbagi tempat kedua dengan Rianne Malixi (66) asal Filipina dengan skor 10-under.

Ai Goto (67) dari Jepang dan pegolf Korea lainnya Hong Sumin (68) untuk sementara berbagi peringkat keempat setelah sama-sama mengumpulkan skor 7-under, sementara sang juara bertahan Jeneath Wong asal Malaysia bermain dengan skor 73 dan kini menempati peringkat T23.

WAAP merupakan kejuaraan yang dikembangkan oleh The R&A dan Asia-Pacific Golf Confederation (APGC) dengan tujuan memupuk bakat-bakat baru dan memberikan jalur karier untuk para pegolf elite amatir wanita ke panggung internasional dan hadiah yang diberikan juga sangat signifikan. Sang juara berhak mengikuti tiga kejuaraan Major tahun 2026, yaitu AIG Women’s Open di Royal Lyttham & St Annes, The Amundi Evian Championship di Perancis, dan Chevron Championship di Amerika Serikat.

WAAP juga mendapat dukungan yang membanggakan dari Rolex, ISPS Handa, Royal Wellington Golf Club, Samsung, Hana Financial Group, Nippon Kabaya Ohayo Holdings, Peter Millar, Titleist, Sparms, New Zealand Mercedes-Benz, dan Tongariro, serta mitra investasi New Zealand Major Events dan Wellington Council, sekaligus asosiasi penyelenggara Golf New Zealand.

Baca Juga : Jaravee Boonchant Juara Indonesia Women’s Open 2026

The R&A bekerja sama dengan USGA dalam mengatur olahraga golf di seluruh dunia, sesuai dengan masing-masing yurisdiksinya, namun tetap berkomitmen dengan satu kode yang sama untuk Peraturan Golf, Peraturan Status Amatir, dan Standard Perangkat Golf. The R&A, melalui R&A Rules Ltd mengatur olahraga ini di seluruh dunia, kecuali wilayah Amerika Serikat dan Meksiko, mewakili lebih dari 108 juta pegolf di 149 negara dan dengan dukungan 169 organisasi dari golf amatir dan profesional.

The R&A bertanggung jawab menjalankan serangkaian ajang amatir kelas dunia dan pertandingan-pertandingan internasional untuk wanita dan anak perempuan, termasuk pria dan anak laki-laki. The R&A menggelar AIG Women’s Open dan bekerja sama dengan DP World Tour menggelar ISPS HANDA Senior Open.

The R&A telah berkomitmen untuk menginvestasikan lebih dari £200 selama sepuluh tahun untuk mengembangkan golf dan mendukung pertumbuhan olahraga ini secara internasional, termasuk pengembangan dan pengelolaan fasilitas-fasilitas golf yang berkelanjutan. (eta)